Viral..!! Dapur MBG Sindangsari Diduga Sajikan Makanan Tak Layak, Belasan Siswa SD Keracunan

DAERAH HOME LAMPUNG Lampung Utara TERBARU

Kotabumi, Lampung Utara (Medinas_News) — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, Dapur MBG Sindangsari, Lampung Utara, viral di media sosial setelah diduga menyajikan makanan tidak layak konsumsi kepada siswa Sekolah Dasar.

Peristiwa tersebut terjadi di SD Negeri 3 Sendang Sari, Kecamatan Kotabumi, pada Senin (12/1/2026). Dalam video yang beredar luas, terlihat menu MBG berupa tempe bacem yang terasa pahit, tumis sayur, serta buah yang sudah membusuk.

Kepala Sekolah SD Negeri 3 Sendang Sari, Ida Yulia Mega, mengaku sangat kecewa dengan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswanya. Dalam rekaman video, terdengar Ida mempertanyakan langsung kondisi makanan kepada siswa.

“Kamu orang tadi rasa tempe kamu orang gimana, nak?” tanya Ida kepada siswa yang mengeluhkan rasa pahit pada tempe.
Akibat makanan tersebut, 11 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, diare, hingga muntah-muntah. Beruntung, seluruh siswa yang terdampak telah mendapat penanganan medis.

Ida menegaskan bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak penyedia, namun belum mendapat tanggapan yang memadai.
“Ini bukan kali pertama yang kami terima. Beberapa kali saya sudah mengadu, tapi tidak ada respons dari pihak SPPG,” ujar Ida saat ditemui awak media di sekolah.

Ia pun mendesak Satuan Penyedia Pendampingan Gizi (SPPG) Dapur MBG Hajjah Lis agar bekerja lebih profesional demi menjamin keamanan dan kualitas makanan, serta mencegah kejadian serupa terulang di sekolah lain.

Sementara itu, Habib Saputra, Kepala SPPG Dapur MBG Hajjah Lis, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengklaim pihaknya telah melakukan penanganan terhadap siswa yang terdampak.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh agar pemberian makanan lebih baik ke depan. Anak-anak yang sakit perut sudah kami obati semua dan kondisinya sudah pulih,” jelas Habib.

Habib juga mengakui adanya masalah pada tempe dan buah, meski menurutnya tidak semua bahan makanan bermasalah. Ia berjanji akan meningkatkan ketelitian serta profesionalisme dalam proses penyediaan MBG.

Program MBG yang merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah kini menghadapi tantangan serius di tingkat daerah.

Pemerintah daerah dan instansi terkait di Lampung Utara diharapkan segera melakukan pengawasan dan evaluasi ketat, guna menjaga keselamatan siswa serta memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *