Jalan Rusak Bak Sungai, Warga Talang Beringin Bergerak Swadaya Demi Keselamatan

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus, Lampung (Medinas_News) — Kepedulian warga Pekon Talang Beringin, Kecamatan Pulau Panggung, patut diapresiasi. Di tengah kondisi jalan yang kian memprihatinkan, masyarakat Dusun Dua (Tanjakan Makam) memilih bergerak cepat dengan menggalang dana secara swadaya untuk memperbaiki akses yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas harian mereka.

Langkah ini mencuat ke publik setelah beredarnya surat bertajuk Permohonan Bantuan ke Masyarakat tertanggal 8 April 2026 yang ditandatangani tiga kepala dusun, yakni Suranto, Sunardi, dan Suwarno. Dalam surat tersebut, warga dan para dermawan diajak bahu-membahu menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga dana, demi memperbaiki jalan yang dinilai sudah tak layak dilintasi, terutama saat musim hujan.

Kondisi di lapangan memang memantik keprihatinan. Saat hujan turun, badan jalan berubah layaknya aliran sungai akibat genangan air dan banjir yang tak tertangani. Situasi ini bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan, khususnya anak-anak sekolah yang harus melintas setiap hari.

“Kalau hujan sudah seperti sungai. Kasihan anak-anak sekolah dan warga yang lewat,” ungkap Wawan, warga setempat, Minggu (19/4/2026).

Di sisi lain, muncul pertanyaan dari warga terkait mekanisme dan legalitas surat penggalangan tersebut. Wawan mengaku sempat mengonfirmasi kepada pihak kepala dusun mengenai apakah surat itu telah diketahui atau disahkan oleh kepala pekon, namun belum mendapat kejelasan.

Sementara itu, Anggota BHP Pekon Talang Beringin, Sujarno, membenarkan bahwa kegiatan penggalangan dana telah mulai berjalan sejak Sabtu (18/4/2026). “Iya benar, sudah berjalan kemarin, sudah mulai iuran,” ujarnya singkat.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kepala Pekon Talang Beringin terkait inisiatif swadaya tersebut maupun langkah penanganan jalan rusak ke depan. Meski demikian, gerakan warga ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan infrastruktur yang layak semakin mendesak.

Masyarakat berharap, upaya swadaya ini dapat menjadi pemantik perhatian bersama, sehingga perbaikan jalan bisa segera terealisasi secara lebih menyeluruh. Sebab bagi warga, jalan bukan sekadar akses, melainkan jalur harapan yang menyambung kehidupan sehari-hari.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *