Lampung Utara (MDs_News) – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kotabumi tak main-main. Jumat (8/5/2026), mereka deklarasikan “perang habis-habisan” melawan handphone ilegal, narkoba, dan praktik penipuan disingkat HALINAR. Bukan cuma omong kosong. puluhan pegawai dan warga binaan langsung dites urine, kamar-kamar dirazia, dan ikrar tegas dibacakan bersama.
Dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Kepala Rutan Iwan Patra, acara ini libatkan tim gabungan dari BNN, TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, media, hingga Media. Tujuannya Ciptakan rutan yang aman, transparan, dan bebas penyimpangan. 
Razia, Petugas datangi seluruh kamar hunian. Hasilnya Diamankan besi pipa panjang, hanger besi, botol kaca, paku, baut, sikat besi, sendok, mangkok beling, hingga peniti. “Barang-barang ini dikhawatirkan disalahgunakan warga binaan, picu keributan keamanan,” kata Iwan Patra.
Tes Urine Massal. Pegawai dan Narapidana Ikut Tak berhenti di situ, 60 pegawai dan 41 warga binaan dites urine bareng BNN. Ini bukti pengawasan internal ketat, pastikan tak ada yang main-main dengan narkoba.
Ikrar Keras Siap Sanksi Berat, Termasuk Copot Jabatan Semua ikut bacakan ikrar, rutan steril dari HALINAR lewat razia rutin. Pegawai janji lapor jujur soal keamanan, terima sanksi tegas bahkan pemecatan jika terlibat.
Kepala rutan hingga pejabat siap dievaluasi jika ada pelanggaran.
“Komitmen ini bukan seremoni doang. Harus lewat disiplin dan integritas harian,” tegas Iwan Patra dalam apel. Ia minta semua tingkatkan kewaspadaan, jaga nama baik institusi.
Langkah ini bagian dari program nasional bersih-bersih lapas. Dengan sinergi semua pihak, Rutan Kotabumi harap jadi contoh pemasyarakatan yang aman dan adil. (Rma)