Dari Balik Meja Humas ke Garis Komando, Iptu Primadona Laila Ukir Sejarah sebagai Kapolsek Perempuan Pertama di Polres Tanggamus
Tanggamus (Medinas_News) — Langkah tegas Iptu Primadona Laila memasuki Lapangan Mapolres Tanggamus pada Rabu, 13 Mei 2026, menjadi penanda lahirnya sejarah baru di tubuh Polres Tanggamus. Di hadapan jajaran kepolisian, Bhayangkari, dan para tamu undangan, perwira polisi wanita itu resmi menerima amanah sebagai Kapolsek Wonosobo.
Momen tersebut bukan sekadar serah terima jabatan biasa. Untuk pertama kalinya sejak berdirinya Polres Tanggamus, seorang Polisi Wanita dipercaya memimpin sektor kepolisian. Iptu Primadona Laila kini tercatat sebagai Kapolsek perempuan pertama dan satu-satunya di wilayah hukum Polres Tanggamus.
Jabatan yang diembannya pun bukan tanpa tantangan. Polsek Wonosobo membawahi dua kecamatan di wilayah barat Kabupaten Tanggamus, yakni Kecamatan Wonosobo dan Bandar Negeri Semuong (BNS), kawasan yang dikenal memiliki tingkat kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat cukup tinggi.
Namun bagi perempuan yang akrab disapa Bu Dona itu, amanah tersebut justru menjadi ruang pembuktian bahwa perempuan juga mampu berdiri di garis terdepan menjaga keamanan wilayah.
“Hari ini telah diserahterimakan dari pejabat lama ke pejabat baru. Dalam hal ini saya diamanahkan selaku Kapolsek Wonosobo. Ini merupakan tantangan baru bagi saya pribadi, kebetulan saya Polisi Wanita pertama yang menjabat sebagai Kapolsek sepanjang Polres Tanggamus berdiri,” ujar Iptu Primadona Laila usai pelantikan.
Perjalanan karier Bu Dona di Polres Tanggamus dibangun dari pengalaman panjang di berbagai lini. Ia pernah bertugas sebagai Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tanggamus pada 2005–2021, menangani berbagai kasus sensitif yang menuntut ketegasan sekaligus empati.
Setelah itu, ia berdinas di Satuan Binmas selama 10 bulan pada 2021–2022, lalu dipercaya menjabat sebagai Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim pada 2022–2025. Sebelum akhirnya dilantik menjadi Kapolsek Wonosobo, Bu Dona sempat mengemban tugas sebagai Kasi Humas Polres Tanggamus selama enam bulan terakhir.
Justru dari ruang humas itulah sisi lain kepemimpinannya terbentuk. Ia belajar membangun komunikasi publik, mengelola informasi, hingga memahami bagaimana citra institusi dibangun di tengah derasnya arus media digital.
“Tepat enam bulan saya bergabung di Humas, saya punya pengalaman unik dan menarik. Saya belajar bagaimana mengemas berita dengan baik, bagaimana membuat sajian video yang bisa dipublikasikan dan diviralkan,” kata alumnus Sekolah Perwira (Sepa) Lemdiklat Polri tahun 2018 itu.
Pengalaman tersebut kini menjadi bekal penting dalam kepemimpinannya. Ia ingin Polsek Wonosobo tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga menjadi institusi yang dekat dengan masyarakat dan terbuka terhadap publik.
“Dengan pengalaman saya selama di Humas ini menjadi bekal nanti saat menjabat Kapolsek Wonosobo untuk membantu menaikkan citra Polri dengan mengangkat berita-berita positif di Polsek Wonosobo,” ujarnya.
Di tengah tantangan menjaga wilayah rawan kamtibmas, Bu Dona memilih pendekatan humanis. Ia ingin membangun komunikasi erat dengan masyarakat, Forkopimcam, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Baginya, keamanan tidak bisa dibangun oleh kepolisian semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Harapan saya ke depannya Polsek Wonosobo bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan serta dekat dengan masyarakat. Anggota Polri harus bisa menciptakan situasi kondusif bersama Forkopimcam dan unsur terkait,” katanya.
Kedekatannya dengan wartawan pun bukan hal baru. Selama menjabat Kasi Humas, Bu Dona dikenal terbuka dan mudah berkomunikasi dengan media. Karakter itu tetap ia pertahankan meski kini memimpin wilayah kepolisian.
Ia bahkan secara terbuka meminta dukungan media untuk ikut menyampaikan informasi positif kepada masyarakat.
“Nanti saya minta bantuan rekan-rekan media kalau ada ungkap kasus atau kegiatan positif yang bisa dipublikasikan. Saya mohon doa dan dukungan semoga amanah yang diberikan dapat saya emban dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ucapnya.
Penunjukan Iptu Primadona Laila sebagai Kapolsek perempuan pertama di Polres Tanggamus menjadi simbol perubahan di tubuh Polri. Bahwa kepemimpinan tidak lagi dibatasi gender, melainkan kemampuan, dedikasi, dan integritas dalam menjalankan tugas.
Di balik seragam dan pangkat yang kini melekat di pundaknya, ada tanggung jawab besar yang menanti. Namun bagi Bu Dona, perjalanan panjang itu tampaknya baru saja dimulai.
Jurnalis : (Erwin).