Tanggamus (Medinas_News) — Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Fraksi Partai Gerindra, Romzi Edy, melontarkan kritik keras terhadap masih adanya pengadaan barang-barang sekolah yang dinilai tidak terlalu penting dan tidak berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan. Ia menilai, di tengah banyaknya sekolah dengan kondisi memprihatinkan, anggaran justru dihabiskan untuk pengadaan poster, bingkai himbauan, papan pajangan, dan perlengkapan formalitas lainnya.
Menurut Romzi, kondisi riil di lapangan menunjukkan masih banyak ruang kelas yang bolong dan lapuk, WC sekolah rusak, meja bangku siswa reyot, hingga halaman sekolah yang dipenuhi ilalang karena minim perawatan. Namun ironisnya, sekolah justru terus dibebani barang-barang pajangan yang dinilai hanya menjadi formalitas administrasi tanpa manfaat nyata bagi siswa.
“Anak-anak belajar itu butuh ruang kelas yang layak, meja yang bagus, WC yang bersih, bukan sekadar poster dan bingkai yang dipasang di dinding. Kalau anggaran itu dipakai beli triplek, semen, paku, papan, atau racun rumput untuk bersihkan lingkungan sekolah, jelas manfaatnya lebih terasa,” tegas Romzi Edy, Sabtu (16/05/2026).
Ia menilai pola pengadaan seperti itu harus segera dievaluasi karena tidak menyentuh persoalan utama pendidikan di Kabupaten Tanggamus. Menurutnya, pembenahan fasilitas dasar jauh lebih penting dibanding memperbanyak atribut atau perlengkapan yang hanya bersifat simbolis.
Romzi juga meminta Bupati Tanggamus segera mengambil sikap tegas terhadap pola pengadaan barang di sekolah-sekolah. Ia berharap pemerintah daerah lebih fokus membenahi kebutuhan mendasar yang benar-benar dibutuhkan siswa dan tenaga pendidik.
“Saya berharap Bupati Tanggamus segera mengambil sikap. Jangan sampai anggaran pendidikan habis untuk barang-barang yang manfaatnya minim, sementara kondisi sekolah masih banyak yang memprihatinkan. Kalau benar ingin memajukan pendidikan, benahi dulu yang paling penting dan paling dibutuhkan anak-anak,” ujarnya.
Romzi menegaskan, pendidikan tidak cukup hanya dibangun lewat slogan dan pajangan dinding, tetapi harus dimulai dari kenyamanan dan kelayakan fasilitas belajar. Ia pun meminta seluruh pihak lebih peka terhadap kondisi sekolah di pelosok Tanggamus yang hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
jurnalis : (Erwin).