Tanggamus (Medinas_News) — Kepedulian nyata kembali ditunjukkan DPD Gigih Berani (Gibran) Center Kabupaten Tanggamus kepada masyarakat yang tengah tertimpa musibah. Kamis (04/06/2026), DPD Gibran Center menyalurkan bantuan tali asih kepada keluarga korban kebakaran di Dusun Sinar Jaya, sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Gibran Center, Yuliar Baro, mewakili Ketua DPD Gibran Center Kabupaten Tanggamus, Firlinda, yang didampingi Kepala Dusun Sinar Kaya, Marhadi. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp1 juta, beras 3 sak ukuran 10 kilogram, mie instan 3 kardus, minyak goreng 10 pouch, kecap 5 pouch, kopi renteng 5 bungkus, teh 1 ball, gula 5 kilogram, kue gabin 3 ball, telur 3 papan, roti, hingga susu kaleng.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Gibran Center, Yuliar Baro menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang dialami keluarga korban. Ia mengatakan bahwa kehadiran DPD Gibran Center bukan hanya sekadar membawa bantuan, tetapi juga ingin memberikan semangat dan dukungan moril kepada keluarga yang sedang tertimpa cobaan berat.
“Musibah ini tentu menjadi duka yang sangat mendalam bagi keluarga korban. Kami dari DPD Gigih Berani (Gibran) Center Kabupaten Tanggamus turut merasakan kesedihan yang dialami keluarga bapak Sahabudi Ehsan. Kehilangan rumah dan harta benda dalam sekejap bukan hal yang mudah untuk diterima, apalagi di dalam rumah tersebut ada anak-anak kecil yang tentunya masih membutuhkan rasa aman dan tempat tinggal yang layak,” ujar Yuliar Baro.
Ia juga mengatakan bahwa bantuan yang diberikan memang tidak akan mampu menggantikan seluruh kerugian korban, namun setidaknya dapat menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moril agar keluarga tetap kuat menghadapi cobaan.
“Kami hadir di sini bukan hanya membawa bantuan sembako dan sedikit uang tali asih, tetapi juga membawa pesan bahwa korban tidak sendiri. DPD Gibran Center akan selalu berusaha hadir di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga korban dan menjadi penyemangat agar tetap tabah menjalani ujian ini,” tambahnya.
Yuliar Baro juga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi keluarga korban, terutama untuk membantu pembangunan kembali rumah yang hangus terbakar.
“Kami berharap ada perhatian dan langkah cepat dari pemerintah agar keluarga ini bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Karena yang paling penting saat ini bukan hanya bantuan makanan, tetapi bagaimana keluarga ini bisa kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan tenang bersama anak-anak mereka,” tutupnya.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Kamis malam Jumat, 28 Mei 2026 sekitar pukul 21.30 WIB. Api diduga berasal dari tetesan bensin motor yang bocor, kemudian memicu percikan arus listrik hingga membakar rumah beserta tiga unit sepeda motor roda dua yang berada di dalam rumah.
Saat kejadian, di dalam rumah terdapat Sahabudi Ehsan bersama dua anaknya yang masih berusia 11 tahun dan 6 tahun. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp70 juta.
Kepala Dusun Sinar Jaya, Marhadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan doa terbaik kepada DPD Gibran Center Kabupaten Tanggamus atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warganya.
“Terima kasih kepada DPD Gibran Center yang sudah peduli dan hadir membantu warga kami yang sedang mengalami musibah. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya.
Saat ini keluarga korban yang terdiri dari suami istri dan tiga anak masih berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang hangus terbakar. Musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih rumah itu menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi lima anggota keluarga tersebut.
Di tengah duka yang menyelimuti korban, kehadiran DPD Gibran Center menjadi cahaya harapan. Kepedulian yang ditunjukkan bukan sekadar bantuan materi, melainkan bukti bahwa masih ada tangan-tangan kemanusiaan yang hadir saat rakyat kecil membutuhkan perhatian dan uluran kasih.
Jurnalis : (Erwin).