Tanggamus (Medinas_News) — Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Pekon Sidorejo, Kecamatan Sumberejo, Rabu (10/06/2026).
Kegiatan tersebut diisi dengan korve atau gotong royong bersih-bersih lingkungan, penyerahan bantuan satu unit kendaraan motor roda tiga pengangkut sampah, serta launching pembuatan lubang “Peyeyuhan” sebagai upaya pengolahan sampah organik dari rumah tangga.
Kegiatan yang melibatkan sekitar 170 peserta itu diikuti unsur OPD, sekolah, kecamatan, aparatur pekon, tokoh masyarakat, komunitas lingkungan, hingga pelajar. Suasana gotong royong tampak berlangsung penuh semangat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto yang hadir mewakili Bupati Tanggamus Moh Saleh Asnawi mengatakan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga bumi dan lingkungan sekitar.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, disampaikan bahwa tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 yakni “Saatnya Bekerja untuk Iklim” menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan kini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan demi masa depan generasi mendatang.
“Persoalan sampah di Tanggamus masih menjadi tantangan bersama. Masih ada kebiasaan membakar sampah, membuang sampah sembarangan, dan belum optimalnya pengelolaan sampah organik. Karena itu, diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dimulai dari rumah tangga,” ujar Agus Suranto
Ia menjelaskan, program Peyeyuhan merupakan gerakan pembuatan komposter sederhana untuk mengolah limbah organik rumah tangga menjadi pupuk alami yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Selain itu, Pemkab Tanggamus melalui Dinas Lingkungan Hidup juga menyerahkan bantuan satu unit motor angkut sampah kepada masyarakat Pekon Sidorejo untuk mendukung pelayanan persampahan di tingkat pekon dan membantu pengangkutan sampah menuju TPS3R Margodadi dan TPS3R Margoyoso di Kecamatan Sumberejo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Kemas Amin Yusfi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan Gerakan Masyarakat Tanggamus Olah Sampah Organik (MAS TOSA) yang terus digalakkan pemerintah daerah.
“Kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Peyeyuhan ini adalah solusi sederhana, murah, dan bisa dilakukan oleh masyarakat di rumah masing-masing,” ujarnya.
Ia berharap Pekon Sidorejo dapat menjadi contoh bagi pekon lainnya dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan membangun budaya hidup bersih yang berkelanjutan.
Di akhir kegiatan, Wakil Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk mulai melakukan langkah kecil dalam menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, tidak membakar sampah, memilah sampah dari rumah, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai demi menjaga bumi tetap lestari untuk generasi mendatang.
jurnalis : (Erwin).