Tanggamus (Medinas_News) — Memasuki hari kedua penilaian Program Adiwiyata Kabupaten Tanggamus Tahun 2026, Tim Penilai kembali melanjutkan rangkaian verifikasi lapangan di tiga sekolah, Kamis (11/06/2026). Adapun sekolah yang dinilai yakni SD Fransiskus Gisting, SD Negeri 3 Gisting Atas, dan SD IT Teladan Kota Agung.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus dalam membangun budaya peduli dan cinta lingkungan di lingkungan sekolah.
Penilaian dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari kebersihan sekolah, penghijauan, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga keterlibatan aktif siswa dan guru dalam menjaga lingkungan sekolah.
Ketua Tim Penilai Adiwiyata Kabupaten Tanggamus yang juga Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, S.E., M.M., mengatakan bahwa Program Adiwiyata memiliki tujuan besar dalam membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap lingkungan hidup sejak usia dini.
Menurutnya, siswa yang terlibat dalam Program Adiwiyata merupakan kader-kader Adiwiyata yang diharapkan mampu menjadi pelopor kebersihan dan kepedulian lingkungan, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kami berharap anak-anak yang menjadi kader Adiwiyata ini bisa lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan. Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, dan mencintai lingkungan sekitar harus mulai dibiasakan sejak dini,” ujar Adi Gunawan.
Ia mengatakan, pendidikan tentang lingkungan hidup tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi juga harus diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah.
“Program Adiwiyata ini bukan sekadar penilaian atau lomba, tetapi bagaimana membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan. Kami ingin para siswa memiliki kesadaran bahwa lingkungan yang bersih dan sehat itu sangat penting untuk kehidupan mereka ke depan,” katanya.
Adi Gunawan juga berharap para kader Adiwiyata di setiap sekolah dapat menjadi contoh bagi siswa lainnya dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan hijau.
“Kader Adiwiyata ini diharapkan menjadi penggerak di sekolah. Mereka bisa mengajak teman-temannya untuk bersama-sama menjaga kebersihan, mengurangi sampah plastik, merawat tanaman, dan menciptakan budaya cinta lingkungan di sekolah,” tambahnya.
Suasana penilaian di ketiga sekolah berlangsung penuh semangat dan antusias. Para siswa terlihat aktif menunjukkan berbagai program lingkungan yang telah diterapkan di sekolah masing-masing. Mulai dari kebersihan lingkungan, taman sekolah, penghijauan, hingga pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam proses penilaian.
Selain melakukan peninjauan lapangan, tim penilai juga memeriksa administrasi pendukung, program partisipatif siswa, sanitasi sekolah, serta inovasi sekolah dalam mendukung terciptanya sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
Program Adiwiyata sendiri merupakan program nasional yang bertujuan menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui program tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Jurnalis : (Erwin).