Bandar Lampung (MDSnews) — Ditengah kesulitan pemerintah menangani BBM bersubsidi dalam negeri, Praktek bisnis hitam menimbun solar bersubsidi di lapangan ternyata masih terus terjadi.
mafia solar bersubsidi bebas berkeliaran meneguk keuntungan dari bisnis ini dengan mengorbankan hak masyarakat , parahnya praktek semacam ini diduga juga difasilitasi oleh SPBU.
Seperti SPBU Sukamaju , dengan nomor seri 24.352. 46. Di SPBU jl RE Martadinata, Sukamaju Teluk Betung Kota Bandarlampung. Baru-baru ini dikeluhkan oleh masyarakat lantaran banyaknya kendaraan yang diduga menyedot solar bersubsidi menggunakan mobil modifikasi hingga salah satu pengendara kesal dan memvideokan kejadian tersebut .
Dalam video yang beredar, pengendara yang diketahui bernama Kusmiran meminta pihak berwenang untuk menindak tegas SPBU tersebut, terlebih pada pelaku pengecor di SPBU tersebut.
“Mohon ditindak tegas ini ,” kata Kusmiran.
Kusmiran merincikan, beberapa ciri mobil yang melakukan pengecoran di SPBU tersebut diantaranya mobil Pajero hitam tanpa plat, hingga truk warna hijau memiliki tengki modifikasi berkapasitas muatan sekitar lebih dari 1 ton.
“Satu mobil Pajero tanpa plat, masa ngisi solar bisa sampai 2 juta lebih, terus mobil truk warna hijau terpal ditutup itu juga ngecor juga itu,” kata dia, Selasa (7/7/2026).
Masyarakat berharap pemerintah, penegak hukum, Migas serius menindak tegas praktek semacam ini. Terutama di SPBU tersebut .
” Itu bisa sehari sekali itu. Kalau ada Pajero gak ada plat itu sudah pasti, sama mobil warna hijau dikrodong terval itu sudah pasti itu (ngecor),” jelasnya.
Berdasarkan penelusuran, truk hijau bertutup terval nampak terparkir disamping warung yang diketahui bernama Yasin. Dari peninjauan di lapangan nampak tangki modifikasi muatan lebih dari 1 ton ditutupi terpal berwarna biru.
Pemerintah dan penegak hukum diminta dapat menindak tegas dan menangkap pelaku kegiatan melanggar hukum tersebut, untuk memberikan efek jera agar tidak terjadi pada daerah lain. (*)