Tanggamus (Medinas_News) – Kasus dugaan keracunan pangan yang diduga berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Talang Padang terus bertambah. Jika sebelumnya hanya dilaporkan delapan siswa mengalami gejala, kini jumlah korban meningkat menjadi 26 orang berdasarkan pembaruan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus per 24 Juli 2026 pukul 11.18 WIB.
Dari total 26 pasien, 21 orang menjalani rawat jalan, satu orang harus menjalani rawat inap dan direncanakan dirujuk ke rumah sakit, sementara empat siswa telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya membaik.
Meski demikian, bertambahnya jumlah korban menjadi alarm serius yang tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi bagi peserta didik justru kini berada di bawah sorotan tajam akibat dugaan insiden keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, M.M., CRP, mengatakan hingga saat ini kondisi kejadian telah terkendali. Posko kesehatan masih diaktifkan di lingkungan SMP Negeri 1 Talang Padang untuk memantau perkembangan kesehatan para siswa yang terdampak.
“Seluruh pasien telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing. Posko kesehatan tetap kami siagakan di SMPN 1 Talang Padang, investigasi masih berlangsung bersama lintas sektor, dan sampel makanan telah dikirim ke BPOM untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Saat ini kami masih menunggu hasil resmi untuk memastikan penyebab kejadian tersebut,” ujar dr. Herry.
Meski situasi dinyatakan terkendali, peristiwa ini memunculkan pertanyaan besar mengenai standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan SPPG Sinar Betung sebagai penyedia makanan Program MBG.
Masyarakat menilai setiap tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, penyimpanan hingga distribusi makanan, harus dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali menimpa para pelajar.
Hingga berita ini diterbitkan, investigasi masih berlangsung, sementara hasil uji laboratorium BPOM menjadi dasar penting untuk memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus bersama instansi terkait diharapkan dapat mengungkap fakta secara transparan sehingga masyarakat memperoleh kepastian, sekaligus memastikan program MBG benar-benar menjadi program yang aman dan bermanfaat bagi anak-anak, bukan justru menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua dan dunia pendidikan.
Jurnalis : (Erwin).