Tanggamus (Medinas_News) – Persoalan sampah di Kabupaten Tanggamus kini tidak lagi bisa dipandang sebagai masalah biasa. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius hingga menghadirkan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, yang turun langsung ke Kabupaten Tanggamus untuk menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Sampah, Kedaruratan Pengelolaan B3 dan/atau Limbah B3, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan motor sampah, tempat sampah, serta drum komposter di Gudang Padi Pipit, Pekon Mincang, Kecamatan Talang Padang, Minggu (26/07/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten Tanggamus menegaskan, persoalan sampah telah menjadi tantangan besar yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, dengan jumlah penduduk mencapai 678.320 jiwa, Tanggamus menghasilkan sekitar 379,86 ton sampah setiap hari. Ironisnya, hanya sekitar 56,1 ton atau 14,77 persen yang mampu dikelola, sementara 323,7 ton atau 85,23 persen lainnya masih belum tertangani secara optimal.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi alarm bagi kita semua. Masih ada sekitar 85 persen sampah yang belum terkelola dengan baik. Karena itu, diperlukan kolaborasi seluruh pihak agar persoalan ini tidak terus menjadi beban lingkungan di masa depan,” tegas Agus Suranto.
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Tanggamus memiliki 11 unit TPS3R, satu Bank Sampah Induk, 11 Bank Sampah Unit, serta satu Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Namun, fasilitas tersebut dinilai masih belum sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya.
Agus menekankan bahwa pengelolaan sampah, termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), bukan semata tugas pemerintah. Menurutnya, perubahan hanya akan terwujud apabila masyarakat ikut berperan aktif melalui kebiasaan memilah, mengurangi, dan mengelola sampah sejak dari lingkungan masing-masing.
“Saya berharap seluruh peserta benar-benar memanfaatkan bimtek ini untuk menambah pengetahuan dan kemudian menerapkannya di tengah masyarakat. Dengan begitu, kita dapat mewujudkan Tanggamus yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan berupa motor sampah, tempat sampah, dan drum komposter sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Putri Zulkifli Hasan menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat agar pengelolaan sampah berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ia berharap bantuan sarana yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah di tingkat desa maupun kecamatan, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kehadiran Putri Zulkifli Hasan bersama jajaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan lingkungan di Kabupaten Tanggamus. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan kapasitas pengelolaan sampah semakin meningkat, sehingga cita-cita mewujudkan Tanggamus yang bersih, sehat, dan lestari dapat diwujudkan secara bersama-sama.
Jurnalis : (Erwin).