Tanggamus (Medinas_News) – Pemerintah Kabupaten Tanggamus memastikan kondisi ketahanan pangan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat tetap berada dalam kondisi aman. Hal itu mengemuka dalam Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin langsung Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, di Ruang Rapat Kantor Wakil Bupati, Senin (27/7/2026).
Rapat yang dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega bersama sejumlah kepala OPD tersebut memotret kondisi inflasi, perkembangan harga pangan, hingga kesiapan pemerintah daerah menghadapi potensi gejolak harga. Hasil pemantauan melalui aplikasi SIKOPP menunjukkan mayoritas harga kebutuhan pokok di Tanggamus masih stabil. Bahkan, sejumlah komoditas seperti cabai merah besar, cabai rawit, dan bawang merah mengalami penurunan harga, sementara kenaikan hanya terjadi secara terbatas pada telur ayam ras.
Lebih menggembirakan lagi, neraca pangan Kabupaten Tanggamus mencatat surplus besar pada berbagai komoditas strategis. Ketersediaan beras mencapai 106.675 ton, jauh melampaui kebutuhan masyarakat yang hanya sekitar 5.297 ton, sehingga terdapat surplus lebih dari 101 ribu ton. Kondisi serupa juga terjadi pada jagung, kedelai, cabai, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam ras, yang menunjukkan pasokan pangan daerah dalam kondisi sangat aman.
Wakil Bupati Agus Suranto menegaskan keberhasilan menjaga inflasi tidak lepas dari sinergi seluruh perangkat daerah. Menurutnya, pemantauan harga, pengawasan distribusi, hingga menjaga ketersediaan stok pangan harus dilakukan secara berkelanjutan agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh OPD harus terus memperkuat koordinasi, memantau perkembangan harga, memastikan ketersediaan stok pangan, serta melakukan langkah cepat apabila terjadi gejolak harga di lapangan,” tegas Agus.
Sepanjang 2026, Pemkab Tanggamus telah menggulirkan berbagai strategi pengendalian inflasi, mulai dari penyusunan roadmap TPID, high level meeting, Gerakan Pangan Murah, bazar pasar murah, operasi pasar LPG bersubsidi, monitoring distribusi BBM, penyusunan neraca pangan hingga penetrasi pasar di sejumlah kecamatan. Melalui langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas harga tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan pasokan yang memadai.
Jurnalis : (Erwin).