Bang Taun Sudah Bangun Sekolah, Dinas Pendidikan Tanggamus Masih Bungkam..!!
Tanggamus (Medinas_News) – SD Negeri 1 Tanjung Raja Kelas Jauh di Dusun Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, yang sempat viral hingga menjadi perhatian media nasional karena kondisi ruang belajarnya yang memprihatinkan, akhirnya resmi memiliki ruang kelas baru. Bangunan tersebut diresmikan pada Senin (27/07/2026) setelah rampung dibangun melalui kolaborasi TNI, masyarakat, relawan, dan konten kreator asal Lampung, Bang Taun.
Peresmian sekolah itu menjadi momen yang membahagiakan bagi para siswa dan warga. Bangunan yang sebelumnya hanya berupa ruang kelas berdinding papan lapuk kini berubah menjadi gedung yang layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Fasilitas belajar seperti meja dan kursi baru pun telah tersedia, menghadirkan harapan baru bagi anak-anak di pelosok Cukuh Balak.
Ironisnya, sekolah yang sebelumnya telah ditinjau langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Drs. Viktor Libradi, S.H., justru lebih dahulu berubah melalui gerakan gotong royong masyarakat dan relawan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai tindak lanjut pemerintah setelah peninjauan dilakukan.
Dalam video yang diunggah usai pembangunan selesai, Bang Taun menyampaikan sindiran yang menjadi perhatian warganet. “Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus yang telah membangun sekolah ini… sekolah kayu. Nggak usah repot-repot lagi, karena kami sudah membangun sekolah ini,” ucapnya dengan nada satir.
Tak hanya itu, dalam salah satu video yang diunggah Bang Taun, seorang guru yang mengajar di sekolah tersebut juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah. “Tolong Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus lebih perhatian lagi kepada kami,” ujarnya.
Rangkaian peristiwa ini menjadi kritik yang keras terhadap pelayanan pendidikan di daerah terpencil. Publik berharap kisah SD kelas jauh Batu Nyangka menjadi evaluasi serius bagi Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus agar sekolah-sekolah di pelosok tidak lagi harus menunggu viral dan bergantung pada kepedulian relawan untuk mendapatkan fasilitas belajar yang layak.
Jurnalis : (Erwin).