Tanggamus (Medinas_News) — Kritik terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Tanggamus, Suaidi, belum juga reda. Wakil Ketua II DPRD Tanggamus, Irwandi Suralaga, bahkan secara terang-terangan meminta Bupati H. Moh. Saleh Asnawi mengevaluasi Sekda dan mendorong agar Suaidi ikut menjalani uji kompetensi. Namun di tengah panasnya sorotan tersebut, Suaidi justru tampil memimpin apel pagi sekaligus pencanangan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, Senin (10/08/2026).
Pemandangan ini tentu mengundang pertanyaan. Saat kinerja sedang dipertanyakan, apakah tampil dalam kegiatan seremonial cukup untuk menjawab kritik publik..? Sebab, memimpin apel dan membagikan bendera memang terlihat sebagai aktivitas pemerintahan, tetapi ukuran seorang Sekda tentu bukan sekadar seberapa sering tampil dalam kegiatan, melainkan seberapa besar roda birokrasi bergerak dan program pembangunan menghasilkan perubahan nyata.
Apalagi kritik Irwandi sebelumnya cukup keras. Sekda disebut sebagai salah satu figur yang harus dievaluasi karena dinilai belum mampu menunjukkan kinerja yang membanggakan. Kritik tersebut tentu tidak semestinya dibalas dengan sekadar menampilkan kesibukan, melainkan dijawab dengan data, capaian dan hasil kerja yang bisa dirasakan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Suaidi membacakan sambutan Bupati tentang pentingnya nasionalisme dan mengajak ASN menjadi motor penggerak pemasangan Bendera Merah Putih. Secara simbolis, bendera dibagikan kepada 20 kecamatan dan 12 pekon di Kecamatan Kota Agung Timur.
Tidak ada yang salah dengan mengibarkan Merah Putih. Tetapi publik tentu boleh bertanya lebih jauh: setelah bendera berkibar, bagaimana dengan pembangunan..? Bagaimana dengan birokrasi..? Bagaimana dengan program prioritas Bupati..? Dan yang paling penting, apa capaian konkret Sekda sebagai panglima ASN..?
Jangan sampai kesibukan administratif dan seremonial justru menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa semuanya berjalan baik, sementara kritik terhadap kinerja dan lambannya birokrasi masih bergema di ruang publik.
Kini bola berada di tangan Bupati Saleh Asnawi. Jika memang kinerja pejabat akan dinilai secara objektif, maka jangan hanya melihat siapa yang paling sering hadir dan berdiri di depan barisan. Lihat siapa yang benar-benar bekerja, siapa yang mampu mengeksekusi program, dan siapa yang menghasilkan perubahan.
Karena masyarakat Tanggamus tidak membutuhkan pejabat yang sekadar terlihat sibuk. Masyarakat membutuhkan pejabat yang benar-benar bekerja dan hasilnya terlihat.
Jurnalis : (Erwin).