LAMPUNG SELATAN (MDSnews) – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera merehabilitasi Jalan RA Basyit, Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung.
Proyek infrastruktur ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan berkendara serta memperkuat struktur jalan yang menjadi akses utama aktivitas masyarakat setempat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Lampung Selatan, Hasanudin, ST, menjelaskan bahwa pengerjaan akan dibagi menjadi beberapa segmen berdasarkan kebutuhan struktur di lapangan.
“Kami memadukan dua metode penanganan, yaitu pengerasan semen (rabat beton) untuk titik rawan rusak dan pengaspalan ulang (hotmix) guna memelihara kerataan jalan,” ujar Hasanudin.
Rincian Teknis Penanganan JalanBerdasarkan data stripmap rencana kerja Dinas PUPR, total penanganan jalan terbagi menjadi beberapa kategori teknis berikut: Pemeliharaan Berkala (Holding Hotmix AC-WC): Total sepanjang 720 meter yang tersebar di 4 titik.
Penanganan ini berupa pelapisan ulang setebal 4 cm untuk menjaga kualitas lapis aus jalan.
Peningkatan Hotmix AC-WC Baru: Sepanjang 85 meter pada segmen akhir untuk rekonstruksi struktur jalan baru.
Penguatan Struktur (Rabat Beton FC’20 MPa): Total sepanjang 248 meter di 4 titik kritis menggunakan beton mutu K-225 untuk mengantisipasi jalan bergelombang atau amblas.
Eksisting & Tanpa Penanganan: Jalur beton lama sepanjang 727 meter dipastikan tetap dipertahankan karena kondisinya masih layak, sementara 124 meter segmen lainnya tidak mendapatkan penanganan pada paket anggaran ini.
Pengalihan Arus Lalu Lintas SementaraGuna mendukung kelancaran proses pengecoran dan pengaspalan di lapangan, Dinas PUPR akan memberlakukan penutupan jalan sementara secara total maupun situasional.
Selama proyek berlangsung, arus keluar masuk kendaraan dari dan menuju Desa Fajar Baru akan dialihkan melalui jalur alternatif: Jalan GemilangTembus langsung ke arah Jalan Karang Sari.
“Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi keterlambatan perjalanan, mematuhi rambu petunjuk arah, serta menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan demi keselamatan bersama selama masa konstruksi,” ungkap Hasanudin. (Sandra)