Tanggamus (Medinas_News) — Bukan sekadar berdiri di bawah tiang bendera, 33 putra-putri terbaik Kabupaten Tanggamus kini memikul tanggung jawab untuk membawa kehormatan daerah dalam momentum sakral peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 resmi dikukuhkan di Gedung Serba Guna Islamic Center Kotaagung, Jumat (14/8/2026). Pengukuhan tersebut menjadi penanda bahwa mereka telah siap menjalankan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, 17 Agustus 2026.
Mereka bukan dipilih dalam proses singkat. Seleksi telah dimulai sejak 13 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendidikan dan pelatihan sejak Juni. Di balik seragam dan barisan yang tampak rapi, terdapat proses panjang yang menuntut disiplin, ketahanan fisik, mental, kekompakan hingga tanggung jawab.
Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., menegaskan bahwa tugas sebagai Paskibraka tidak berhenti ketika upacara selesai. Menurutnya, pengalaman, kedisiplinan dan nilai-nilai yang diperoleh selama proses pembinaan harus menjadi bekal untuk membentuk generasi masa depan Tanggamus.
“Jadilah generasi masa depan yang maju dan unggul, yang akan menjadi ujung tombak dalam membangun persatuan bangsa,” pesan Bupati.
Pesan tersebut kemudian dipertegas dengan satu prinsip yang menjadi perhatian Bupati, yakni budaya kerja Jalan Lurus. Ia meminta para anggota Paskibraka tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga karakter dan integritas dalam menentukan langkah kehidupan.
“Jangan lupa, jalankan budaya kerja Jalan Lurus. InsyaAllah kehidupan kalian sukses, mendapat berkah dan ridho Allah,” tegasnya.
Bagi Bupati, 33 anggota Paskibraka tersebut merupakan gambaran generasi muda yang kelak akan mengambil peran lebih besar di tengah masyarakat. Karena itu, kedisiplinan yang mereka bangun selama menjadi Paskibraka diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas latihan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan apresiasi kepada para pembina, pelatih, instruktur dari unsur TNI dan Polri, Purna Paskibraka Indonesia, tim kesehatan Dinas Kesehatan, pihak sekolah serta orang tua dan wali yang telah memberikan dukungan selama proses pembentukan Paskibraka.
Menjelang pelaksanaan tugas, Bupati berpesan agar seluruh anggota menjaga kesehatan, stamina dan waktu istirahat. Sebab, tugas mereka pada 17 Agustus bukan hanya membutuhkan ketepatan gerakan, tetapi juga kesiapan fisik dan mental.
“Selamat bertugas. Semoga upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tanggamus berjalan baik, sukses dan lancar,” ujar Bupati.
Kini, 33 putra-putri tersebut tinggal menunggu momentum yang akan menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan hidup mereka. Di hadapan masyarakat Tanggamus, mereka akan berdiri membawa Merah Putih, bukan hanya sebagai pengibar bendera, tetapi sebagai simbol disiplin, persatuan dan harapan bagi masa depan Kabupaten Tanggamus.
Jurnalis : (Erwin).