Tanggamus (Medinas_News) — Satu per satu janji politik Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., mulai diwujudkan. Bukan sekadar janji di atas kertas, komitmen mendatangkan investor untuk menggerakkan ekonomi daerah kini mulai terlihat nyata. Rabu (26/8/2026), calon investor dari China bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) datang langsung ke Tanggamus dan turun melihat potensi industri yang bisa dikembangkan.
Didampingi Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli dan kepala OPD, Bupati menerima rombongan tersebut sebelum bergerak meninjau sejumlah titik potensial. Mulai dari industri kelapa di Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kotaagung. Ini menjadi sinyal bahwa arah pembangunan yang dijanjikan Bupati mulai masuk tahap action, dengan potensi kelapa dan perikanan diproyeksikan tidak lagi sekadar dijual sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi industri bernilai tambah dan berorientasi ekspor.
Kepala Bapperida Tanggamus Doni Sangaji Berisang mengatakan, kunjungan tersebut memang masih tahap awal, namun menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekuatan ekonomi Tanggamus kepada investor.
“Baru kali ini, baru pertama kali ini, hanya sebatas pengenalan komoditas kelapa. Selanjutnya Tanggamus kan dikenal dengan Teluk Semaka, yang pastinya potensi ikannya sangat tinggi,” kata Doni.
Menurutnya, kelapa memiliki potensi besar karena hampir seluruh bagiannya dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Sabut, air kelapa hingga batok dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang berpeluang dipasarkan ke luar daerah bahkan menembus pasar ekspor.
“Makanya kita terus menggandeng investor-investor yang tertarik di Tanggamus. Kita harus pelan-pelan melihat potensi-potensi yang memang bisa diunggulkan untuk dijual ke luar, yang sifatnya ekspor,” ujarnya.
Tak berhenti di sektor kelapa, rombongan juga melihat langsung potensi perikanan di TPI Kotaagung. Salah satu peluang yang mulai dilirik adalah pembangunan cold storage dan penguatan kemandirian pengelolaan hasil perikanan.
“Alhamdulillah tadi terlihat ada segmen positif dari investor yang bisa dikembangkan, adanya cold storage, terus adanya sifatnya mandiri, kemandirian Tanggamus dari sektor perikanan,” katanya.
Doni menegaskan, belum ada angka pasti terkait nilai investasi maupun bentuk kerja sama. Pemerintah masih membuka ruang penjajakan sekaligus memetakan potensi yang paling layak dikembangkan.
Namun, langkah tersebut menunjukkan perubahan arah yang jelas: Tanggamus mulai bergerak mencari investor, bukan hanya menunggu investor datang.
Bahkan, BP Taskin bersama calon investor masih akan melihat potensi lainnya hingga wilayah selatan Tanggamus, termasuk Wonosobo, Semaka dan Pematang Sawa.
Bagi Pemkab Tanggamus, investasi bukan semata soal angka modal yang masuk. Lebih jauh, investasi diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai komoditas lokal, menggerakkan UMKM dan pada akhirnya memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan kedatangan calon investor China dan aksi peninjauan langsung sejumlah potensi unggulan tersebut, janji politik Bupati Moh. Saleh Asnawi untuk membuka pintu investasi mulai menemukan bentuk nyatanya.
Hari ini investor datang. Potensi dilihat. Lokasi ditinjau. Dan Tanggamus mulai bergerak.
Jurnalis : (Erwin).