Tanggamus (Medinas_News) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin transparan, tertib, dan akuntabel, Tanggamus berhasil mencatatkan skor arsip tertinggi di wilayah kerja pada periode Semester I Tahun 2026.
Berdasarkan capaian yang ditampilkan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus meraih skor 84,3, mengungguli sejumlah pemerintah daerah lainnya. Posisi berikutnya ditempati Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan skor 83,1, Pemerintah Kabupaten Bengkayang 82,5, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya 81,5, serta Pemerintah Kota Pontianak 78,9.
Capaian tersebut bukan sekadar angka. Di balik skor 84,3, terdapat kerja panjang untuk membangun tata kelola kearsipan yang lebih tertib, terukur, dan mampu mendukung jalannya pemerintahan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus, pengelolaan arsip merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi. Arsip bukan hanya tumpukan dokumen yang disimpan, tetapi menjadi rekam jejak perjalanan pemerintahan sekaligus sumber informasi yang harus dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tanggamus, Ivan Kurniawan, menegaskan bahwa capaian tersebut harus dipandang sebagai hasil kerja bersama sekaligus pemacu untuk terus melakukan pembenahan.
“Capaian ini tentu patut kita syukuri dan apresiasi, tetapi jangan sampai membuat kita cepat berpuas diri. Skor ini adalah hasil dari kerja bersama dan komitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan yang semakin tertib, profesional, dan akuntabel,” ujar Ivan Kurniawan.
Menurutnya, budaya tertib administrasi dan kearsipan harus menjadi bagian dari keseharian aparatur. Setiap dokumen pemerintahan memiliki nilai penting karena menjadi bukti administratif sekaligus bagian dari sejarah penyelenggaraan pemerintahan.
“Arsip adalah jejak kerja kita. Apa yang kita kerjakan hari ini harus bisa dipertanggungjawabkan dan ditemukan kembali ketika dibutuhkan. Karena itu, membangun budaya arsip bukan pekerjaan satu orang atau satu perangkat daerah, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Ivan juga menilai capaian tersebut harus menjadi energi baru bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada periode berikutnya.
Ia berharap seluruh aparatur tidak hanya mengejar angka penilaian, tetapi benar-benar membangun sistem kerja yang tertib dari hulu hingga hilir.
“Target kita bukan sekadar mendapatkan skor tinggi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana tata kelola ini benar-benar menjadi budaya kerja. Kalau administrasi tertib, arsip tertata, dan aparatur disiplin, maka pelayanan pemerintahan juga akan semakin kuat,” katanya.
Prestasi Tanggamus dengan skor 84,3 pun menjadi sinyal bahwa pembenahan birokrasi melalui tata kelola administrasi dan kearsipan mulai menunjukkan hasil.
Kini, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan posisi teratas, melainkan menjadikan capaian tersebut sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.
Tanggamus telah menunjukkan bahwa arsip bukan sekadar dokumen yang disimpan, arsip adalah bukti bahwa pemerintahan bekerja, bergerak, dan meninggalkan jejak yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jurnalis : (Erwin).