Lampung Selatan (Medinas_News) –– Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat kabupaten.
Perpustakaan Desa Fajar Baru sukses menembus jajaran 6 besar dalam Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026.
Keberhasilan ini menjadi buah bibir lantaran Desa Fajar Baru harus menyisihkan ratusan pesaing berat. Tercatat, ada 256 desa se-Kabupaten Lampung Selatan yang berkompetisi dalam ajang bergengsi ini.
Berdasarkan Berita Acara yang diterbitkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat, 28 Agustus 2026, keputusan ini diambil setelah melalui proses panjang.
Dewan juri yang diketuai oleh Riswo, S.E., M.Si, melakukan penilaian ketat, mulai dari pemeriksaan dokumen instrumen lomba hingga visitasi langsung ke lokasi perpustakaan di setiap kecamatan. Hasil penilaian disahkan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan, Feri Bastian, S.E., M.Ling, di Kalianda.
Bersama Fajar Baru, lima perpustakaan desa lainnya yang masuk dalam jajaran top 6 adalah Perpustakaan Dian Wacana (Palas), Harapan Bangsa (Bakauheni), Perpuseru Handayani (Tanjung Bintang), Perpustakaan Bahagia (Way Sulan), dan Pempas Maju (Ketapang).
Menurut Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, bahwa tidak dapat menyembunyikan rasa bangga sekaligus syukurnya atas pencapaian luar biasa ini. Dirinya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Tentu ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan patut kita syukuri bersama. Masuk dalam 6 besar dari total 256 desa di Lampung Selatan bukanlah perkara mudah. Ini adalah hasil kerja keras, dedikasi, dan gotong royong seluruh pengelola perpustakaan, perangkat desa, serta antusiasme warga Desa Fajar Baru yang luar biasa dalam menghidupkan budaya membaca,” ujar M. Agus Budiantoro, Senin (31/8/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir dari target desa, melainkan sebuah batu loncatan besar untuk program literasi ke depan. “Bagi kami, perlombaan ini bukan sekadar mengejar piala atau predikat juara. Jauh lebih penting dari itu, momentum ini menjadi pelecut semangat bagi Pemerintah Desa Fajar Baru untuk terus berinovasi. Kami ingin mentransformasikan perpustakaan desa bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat peradaban desa, ruang kreativitas, dan wadah pemberdayaan masyarakat berbasis literasi inklusif yang mampu mendongkrak kesejahteraan warga,” pungkasnya dengan optimis.
Jurnalis : (Red).