Mata Pelajar Terkena Boom Smoke, Panitia Piala Bupati Lampura Dituding Lepas Tangan

DAERAH LAMPUNG Lampung Utara TERBARU

Lampung Utara (MDs_News) – Pelaksanaan Turnamen Futsal Piala Bupati Lampung Utara Tahun 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Sukung, Kotabumi, menuai sorotan. Seorang penonton dilaporkan mengalami luka pada bagian mata setelah terkena percikan api yang diduga berasal dari boom smoke saat pertandingan berlangsung.

Turnamen yang digelar sejak 21 Agustus 2026 tersebut diikuti sekitar 137 tim dari berbagai tingkatan. Namun, di tengah kemeriahan pertandingan hingga final pada Minggu, 30 Agustus 2026, muncul keluhan mengenai aspek keselamatan penonton dan dugaan minimnya respons panitia terhadap korban.

Korban berinisial BLQ, warga Jalan Bougenville, kawasan Stadion Sukung Kotabumi, disebut hadir sebagai suporter sekolah. Kehadirannya, menurut keluarga, merupakan bagian dari imbauan panitia kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Lampung Utara untuk mengirimkan suporter demi memeriahkan turnamen.

Insiden terjadi pada Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 16.09 WIB. Percikan api dari boom smoke disebut mengenai mata kanan korban. Keluarga menyatakan korban sempat menangis dan mengeluhkan rasa sakit setelah kejadian tersebut.

Orang tua korban, Sabirin, menilai penanganan awal yang diberikan di lokasi belum memadai. Ia menyebut anaknya hanya diberi cairan alkohol sebelum akhirnya dibawa keluarga ke Balai Pengobatan Alaya Medika Kotabumi.

“Setelah kejadian di GOR, saya langsung membawa anak saya ke balai pengobatan karena dari pihak penyelenggara hanya diberikan alkohol. Menurut kami, panitia tidak bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa anak saya,” ujar Sabirin.

Setelah menjalani pemeriksaan, keluarga mengaku mendapat saran agar korban menjalani pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan di kawasan Kedaton, Bandar Lampung. Sabirin mengatakan pihak keluarga kecewa karena, menurutnya, hingga saat ini belum ada panitia yang datang untuk melihat kondisi korban maupun memberikan pendampingan pengobatan.

“Jangankan dibawa berobat, datang menjenguk untuk melihat kondisi anak saya saja tidak ada. Jika dalam beberapa hari kondisi mata anak saya tidak membaik, saya sebagai orang tua akan melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian,” tegasnya.

Selain persoalan keselamatan, sejumlah suporter juga mengeluhkan biaya tiket masuk sebesar Rp10.000 per orang. Keluhan muncul karena para pelajar mengaku telah diminta hadir sebagai suporter sejak babak 16 besar hingga final, tetapi tetap dikenakan tarif masuk.

“Kami kira karena diminta datang sebagai suporter bisa masuk gratis. Tapi ternyata tetap bayar. Kalau tahu seperti ini, kami malas datang untuk menonton,” kata salah seorang suporter asal Kecamatan Bukit Kemuning.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Panitia Turnamen Futsal Piala Bupati Lampung Utara 2026, Taufik Hidayat, belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapat respons, sementara nomor telepon yang dihubungi dilaporkan tidak aktif.

Panitia diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka terkait kronologi penggunaan boom smoke, standar pengamanan penonton, penanganan terhadap korban, serta kebijakan tiket bagi suporter pelajar. Klarifikasi tersebut penting agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan olahraga yang melibatkan pelajar dan masyarakat luas. (Rma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *