Tanggamus (Medinas_News) — Meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Krakatau menjadi perhatian serius bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanggamus. Mengantisipasi potensi dampak abu vulkanik terhadap masyarakat, pasien maupun tenaga kesehatan, RSUD Batin Mangunang Kota Agung mengeluarkan sejumlah imbauan penting sebagai langkah perlindungan dan pencegahan.
Imbauan tersebut bukan sekadar pesan kewaspadaan, tetapi menjadi bagian dari upaya RSUD Batin Mangunang memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan aman di tengah kondisi lingkungan yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik.
Melalui imbauannya, RSUD Batin Mangunang meminta masyarakat dan pasien untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta menggunakan masker untuk menghindari paparan debu vulkanik serta mengenakan kacamata pelindung guna mengurangi risiko iritasi pada mata.
RSUD juga mengingatkan masyarakat agar tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika terjadi hujan abu. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mengurangi kemungkinan masyarakat terpapar abu vulkanik secara langsung.
Selain perlindungan diri, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan maupun setelah beraktivitas.
Bagi masyarakat yang mulai mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata maupun keluhan kesehatan lainnya, RSUD Batin Mangunang mengimbau agar segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Dirut RSUD: Jangan Tunggu Sampai Kondisi Memburuk.
Direktur RSUD Batin Mangunang Tanggamus, dr. Theresia Hutabarat, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat, pasien dan tenaga kesehatan merupakan hal yang harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, dalam situasi ketika aktivitas erupsi meningkat dan terdapat potensi paparan abu vulkanik, masyarakat tidak boleh menganggap remeh dampak kesehatan yang mungkin timbul.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik, tetapi juga jangan lengah. Keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas. Gunakan masker ketika berada di luar rumah, lindungi mata dengan kacamata, dan sebisa mungkin batasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat terjadi hujan abu vulkanik. Jangan menunggu sampai muncul keluhan yang berat untuk mendapatkan pertolongan medis.” tegas dr. Theresia.
Ia mengatakan, kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam menghadapi potensi dampak kesehatan akibat abu vulkanik.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sudah sakit. Justru dalam kondisi seperti ini, pencegahan harus dilakukan sejak awal. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan ikuti informasi resmi dari pihak yang berwenang. Rumah sakit akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.” ujarnya.
Tenaga Kesehatan Juga Diminta Tingkatkan Perlindungan.
Tidak hanya masyarakat dan pasien, RSUD Batin Mangunang juga memberikan perhatian khusus terhadap para tenaga kesehatan yang tetap berada di garis depan pelayanan.
Tenaga kesehatan diminta menggunakan alat pelindung diri (APD), termasuk masker, face shield dan pelindung lainnya sesuai standar dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Petugas juga diminta meningkatkan pemantauan kondisi kesehatan pasien, khususnya pasien yang memiliki gangguan pernapasan.
Di sisi lain, kebersihan ruangan pelayanan menjadi perhatian. RSUD meminta agar sirkulasi udara di ruang pelayanan tetap dijaga dengan baik dan bersih. Pembersihan serta disinfeksi ruangan juga dilakukan secara berkala sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan maupun penyebaran partikel debu vulkanik di lingkungan rumah sakit.
“Tenaga kesehatan juga harus terlindungi. Mereka adalah orang-orang yang setiap hari berada di depan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kami memastikan perlindungan petugas, kebersihan ruangan, pemantauan pasien dan koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan. Pelayanan harus tetap berjalan, tetapi keselamatan harus menjadi dasar utama.” kata dr. Theresia.
RSUD Batin Mangunang juga menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait serta mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, BNPB dan Pemerintah Daerah. Informasi resmi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
RSUD Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan.
Di tengah situasi tersebut, RSUD Batin Mangunang memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
Rumah sakit mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Masyarakat diminta memahami bahwa potensi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan dapat diminimalkan apabila langkah perlindungan dilakukan sejak dini.
“Kita tidak boleh takut secara berlebihan, tetapi kita juga tidak boleh mengabaikan peringatan. Yang paling penting adalah tetap tenang, waspada, disiplin menggunakan perlindungan diri dan mengikuti arahan resmi. Kami di RSUD Batin Mangunang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan.” tegasnya.
Imbauan tersebut sekaligus menjadi bentuk kesiapsiagaan RSUD Batin Mangunang dalam menghadapi kemungkinan dampak kesehatan akibat aktivitas erupsi.
Bagi rumah sakit, menghadapi situasi seperti ini bukan hanya persoalan menangani pasien ketika sudah sakit. Lebih dari itu, langkah pencegahan, edukasi dan perlindungan masyarakat menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan.
“Kami berharap masyarakat tidak menganggap imbauan ini sebagai sesuatu yang menakutkan, tetapi sebagai bentuk kepedulian. Lebih baik kita melakukan pencegahan sekarang daripada menyesal ketika gangguan kesehatan sudah terjadi. Jaga diri, jaga keluarga, dan mari bersama-sama menjaga kesehatan,” pungkas dr. Theresia.
RSUD Batin Mangunang pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan bersama dan menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama di tengah meningkatnya perhatian terhadap aktivitas Gunung Krakatau.
Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Tetap tenang, tetap waspada, gunakan masker, lindungi mata, kurangi aktivitas di luar rumah, dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Jurnalis : (Erwin).