Antrean Solar di SPBU Lakaran Mengular hingga Jalan, Viral di TikTok dan Bikin Arus Lalu Lintas Tersendat

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Antrean kendaraan yang hendak mengisi solar di SPBU Lakaran, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung, kembali menjadi sorotan. Antrean panjang yang tampak semrawut bahkan meluber hingga ke ruas jalan tersebut viral di media sosial TikTok setelah diunggah oleh akun Romy 🔥, dengan lokasi yang dicantumkan Lakaran – Wonosobo.

Dalam video yang beredar, terlihat puluhan kendaraan, mulai dari mobil pikap hingga kendaraan angkutan dan truk, berjejer panjang menunggu giliran mendapatkan solar. Padatnya kendaraan membuat akses di sekitar SPBU terlihat semakin sesak, bahkan antrean tampak mengambil ruang di badan jalan sehingga berpotensi menghambat pengguna jalan lainnya.

Kondisi tersebut sontak menjadi perhatian publik. Antrean BBM yang panjang sebenarnya bukan pemandangan baru, namun ketika kendaraan sudah mengular hingga mengganggu kelancaran lalu lintas, persoalannya dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait.

Salah satu sopir, Udin, mengaku kondisi antrean seperti itu cukup menyulitkan para pengemudi. Menurutnya, para sopir memang membutuhkan solar untuk melanjutkan perjalanan, tetapi pengaturan antrean juga penting agar tidak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kami ini sama-sama butuh solar. Kalau antreannya panjang, ya kami tunggu. Tapi kalau sudah sampai keluar dan membuat jalan ikut macet, tentu sangat mengganggu. Harapannya ada pengaturan yang lebih baik supaya antrean tetap tertib dan tidak mengganggu jalan,” ujar Udin.

Viralnya video tersebut pun menjadi momentum bagi pihak terkait untuk memberikan perhatian terhadap kondisi pelayanan di SPBU Lakaran. Jangan sampai antrean solar yang semrawut justru menjadi pemandangan yang dianggap biasa, sementara pengguna jalan harus menanggung dampaknya.

Masyarakat berharap pengelolaan antrean dapat dilakukan secara lebih tertib dan teratur, sehingga kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan BBM tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *