Bandar Lampung (Medinas_News) — Bayar parkir, masuk ke area pusat perbelanjaan, lalu pulang membawa kerusakan pada kendaraan. Ketika keluhan disampaikan, yang diharapkan tentu bukan sekadar ucapan maaf, melainkan kejelasan dan tanggung jawab.
Namun, pengalaman seorang pengunjung berinisial RT di Chandra Mall Teluk Betung justru memunculkan pertanyaan serius: ketika kendaraan pengunjung mengalami kerusakan di area parkir, siapa yang bertanggung jawab..??
RT mengaku mendapati spion mobilnya mengalami kerusakan setelah kendaraan diparkir di Chandra Mall, Jalan Ikan Bawal No. 29, Pesawahan, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung.
Kerusakan tersebut baru diketahui ketika RT hendak meninggalkan lokasi.
“Waktu saya buka pintu mobil, spionnya tidak terbuka. Di situ saya baru tahu kalau spionnya rusak,” kata RT saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Persoalannya kemudian bukan hanya soal sebuah spion yang rusak.
Yang menjadi sorotan adalah bagaimana pengelola merespons ketika konsumen menyampaikan keluhan setelah menggunakan fasilitas parkir.
RT mengaku telah menghubungi pihak Chandra Mall untuk meminta penyelesaian atas persoalan tersebut.
Namun, hingga berita ini ditayangkan, RT mengaku belum mendapatkan solusi yang diharapkan.
Bayar Parkir, Lalu Ketika Ada Masalah..??
Setiap kendaraan yang masuk dan menggunakan fasilitas parkir tentu mengikuti mekanisme yang ditetapkan pengelola. Pengunjung membayar tarif parkir sesuai ketentuan.
Karena itu, ketika muncul persoalan terhadap kendaraan setelah berada di area parkir, publik tentu berhak mempertanyakan bagaimana sistem keamanan dan penanganan keluhan diterapkan.
Apakah CCTV diperiksa..??
Apakah petugas parkir melakukan pengecekan..??
Apakah ada laporan kejadian..??
Apakah pengelola memiliki mekanisme penyelesaian apabila kendaraan pengunjung mengalami kerusakan..??
Pertanyaan-pertanyaan itu seharusnya sederhana untuk dijawab.
Apalagi, perlindungan konsumen dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mencakup hak konsumen atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam menggunakan barang dan/atau jasa, serta hak memperoleh kompensasi atau ganti rugi apabila jasa yang diterima tidak sesuai sebagaimana mestinya.
Artinya, keluhan konsumen tidak semestinya berhenti hanya karena persoalannya terjadi di area parkir.
Spion Rusak, Jangan Sampai Tanggung Jawab Ikut Parkir
Persoalan ini memang masih harus dilihat secara utuh.
Belum ada kesimpulan mengenai siapa yang menyebabkan kerusakan spion kendaraan RT. Namun justru karena itulah, pemeriksaan dan klarifikasi menjadi penting.
Jika memang bukan kesalahan pengelola, tentu dapat dijelaskan.
Jika terdapat rekaman CCTV, dapat diperiksa.
Jika ada mekanisme pengaduan, dapat diterangkan.
Jika tidak ditemukan bukti bahwa kerusakan terjadi di area parkir, hal tersebut juga dapat disampaikan secara terbuka kepada konsumen.
Yang menjadi persoalan adalah ketika konsumen datang membawa keluhan, tetapi jawaban dan penyelesaiannya tidak kunjung terang.
Jangan sampai uang parkir begitu mudah ditarik ketika kendaraan masuk, tetapi ketika konsumen pulang membawa persoalan, tanggung jawab justru menjadi sesuatu yang sulit ditemukan.
Konsumen Butuh Jawaban, Bukan Keheningan
RT menegaskan bahwa dirinya tidak meminta sesuatu yang berlebihan.
Ia hanya berharap ada penyelesaian dari pihak pengelola.
“Yang saya harapkan ada tanggung jawab dan solusi dari pihak mall,” ujar RT.
Kalimat tersebut sederhana.
Tetapi justru di situlah inti persoalannya.
Konsumen tidak sedang meminta perlakuan istimewa. Konsumen hanya meminta keluhannya didengar dan persoalannya diperiksa secara serius.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen Chandra Mall Teluk Betung belum memberikan keterangan resmi kepada Medinas_News terkait dugaan kerusakan kendaraan tersebut, termasuk mengenai apakah CCTV di area parkir telah diperiksa dan bagaimana mekanisme penyelesaian keluhan konsumen diterapkan.
Medinas_News membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak manajemen Chandra Mall Teluk Betung.
Sebab dalam persoalan seperti ini, yang dibutuhkan bukan perang kata-kata.
Cukup buka fakta. Periksa CCTV. Jelaskan kejadian. Dan berikan jawaban kepada konsumen.
Jangan sampai spion yang rusak hanya sebuah benda, tetapi kepercayaan konsumen yang ikut patah justru jauh lebih mahal.
Jurnalis : (Red).