Kadis Disdikbud Tanggamus Turun Langsung, SDN 1 Belu Terdampak Banjir Alihkan KBM ke Daring

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Banjir yang menerjang wilayah SDN 1 Belu, Kecamatan Kotaagung Barat, Kabupaten Tanggamus, menyisakan lumpur sekaligus membuat sejumlah fasilitas ruang kelas belum dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Drs. Viktor Libradi HS., M.H., yang turun langsung meninjau kondisi sekolah, Selasa (22/9/2026).

Didampingi Kabid Dikdas dan Ketua K3S, Viktor melihat langsung kondisi ruang kelas serta fasilitas belajar yang terdampak banjir. Meja dan kursi siswa belum memungkinkan digunakan, sementara lingkungan sekolah masih membutuhkan pembersihan dari sisa lumpur akibat banjir.

Melihat kondisi tersebut, Disdikbud Tanggamus mengambil langkah sementara dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar siswa SDN 1 Belu secara daring selama dua hari, yakni Selasa dan Rabu, 22–23 September 2026. Kebijakan itu dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan, namun keselamatan dan kenyamanan peserta didik tetap menjadi perhatian utama.

“Kita turun langsung untuk melihat kondisi sekolah dan memastikan bagaimana keadaan anak-anak serta fasilitas belajar setelah terdampak banjir. Karena ruang kelas dan meja kursi belum bisa digunakan, untuk sementara kegiatan belajar kita alihkan secara daring selama dua hari,” ujar Viktor.

Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti kegiatan belajar mengajar dihentikan. Para siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan berpedoman pada kurikulum yang berlaku, hanya tempat dan metode belajarnya yang sementara disesuaikan dengan kondisi.

“Anak-anak tetap harus belajar. Kita tidak ingin musibah ini membuat proses pendidikan mereka terhenti. Daring ini sifatnya sementara, sambil kita melakukan pembersihan dan memastikan kondisi sekolah kembali aman serta nyaman untuk digunakan,” katanya.

Viktor juga memastikan pihaknya tidak hanya melihat kondisi tersebut, tetapi langsung berupaya mencari solusi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus tengah meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran untuk membantu membersihkan lumpur yang masih memenuhi lingkungan sekolah dan fasilitas yang terdampak.

“Kita sudah meminta bantuan Damkar untuk membantu proses pembersihan. Mudah-mudahan bisa segera ditangani, sehingga fasilitas sekolah dapat kembali digunakan dan anak-anak bisa belajar seperti biasa,” ungkapnya.

Bagi Viktor, kondisi pascabanjir tidak boleh membuat dunia pendidikan ikut berhenti. Justru dalam situasi seperti inilah pemerintah harus hadir memastikan hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap berjalan.

Ia berharap seluruh pihak, termasuk sekolah dan orang tua, dapat memahami kondisi tersebut dan bersama-sama mendukung proses pemulihan. Selama dua hari pembelajaran daring berlangsung, orang tua diharapkan tetap mendampingi anak-anak agar kegiatan belajar dari rumah dapat berjalan dengan baik.

“Kita sama-sama memahami ini kondisi akibat musibah. Yang terpenting sekarang bagaimana kita cepat melakukan pemulihan. Pemerintah hadir, sekolah bergerak, dan anak-anak tetap belajar. Kita berharap semuanya segera kembali normal,” pungkas Viktor.

Banjir mungkin telah meninggalkan lumpur di ruang-ruang kelas SDN 1 Belu. Namun, di tengah kondisi tersebut, proses pendidikan tetap berusaha dijaga agar tidak ikut terhenti.

Sebab bagi anak-anak, sekolah bukan hanya tempat belajar. Di sanalah mereka menggantungkan mimpi, menulis cita-cita, dan perlahan menyiapkan masa depan. Dan ketika banjir datang mengganggu ruang belajar mereka, semangat untuk tetap belajar menjadi sesuatu yang harus dijaga bersama.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *