Tanggamus (Medinas_News) – Semangat membangun sekolah berbudaya lingkungan terus menjalar di Kabupaten Tanggamus. Bukan sekadar mengejar penghargaan, gerakan Adiwiyata mulai menjadi ruang berbagi gagasan, inovasi, dan pengalaman antarsatuan pendidikan demi menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, serta mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan.
Semangat tersebut terlihat dalam kunjungan study tiru Program Sekolah Adiwiyata yang dilakukan SD Negeri 1 Ciherang, Kecamatan Gunung Alip, ke SD Negeri 1 Way Jaha, Sabtu (26/09/2026). Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kolaborasi antarsekolah dalam mengembangkan budaya peduli lingkungan.
Rombongan SD Negeri 1 Ciherang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah Puspita Vemilia Sari, M.Pd., bersama dewan guru, tenaga kependidikan, serta komite sekolah. Kehadiran rombongan disambut jajaran SD Negeri 1 Way Jaha dengan penuh keakraban.
SD Negeri 1 Way Jaha sendiri merupakan salah satu sekolah yang berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Kabupaten Tanggamus Tahun 2026 dan saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional. Berbagai program dan pembiasaan peduli lingkungan yang telah diterapkan di sekolah tersebut menjadi bagian penting dalam kunjungan yang dilakukan SD Negeri 1 Ciherang.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan di SD Negeri 1 Way Jaha. Mulai dari kebersihan dan penghijauan lingkungan sekolah, pengelolaan sampah, pemanfaatan lingkungan sebagai sarana pembelajaran, hingga keterlibatan seluruh warga sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Kepala SD Negeri 1 Way Jaha menyampaikan apresiasi atas kunjungan yang dilakukan SD Negeri 1 Ciherang. Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai penting karena keberhasilan Program Adiwiyata tidak seharusnya hanya menjadi kebanggaan satu sekolah, tetapi dapat ditularkan dan dikembangkan oleh sekolah lainnya.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan dari SD Negeri 1 Ciherang. Bagi kami, ini bukan hanya sebuah kunjungan, tetapi menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, dan memperkuat semangat bersama dalam membangun sekolah yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, budaya Adiwiyata tidak dapat dibangun hanya dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen, konsistensi, serta keterlibatan seluruh warga sekolah agar kepedulian terhadap lingkungan benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Adiwiyata bukan sekadar tentang piagam atau penghargaan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita terbiasa menjaga kebersihan, mengelola sampah, merawat tanaman, menghemat air dan energi, serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak dini. Kalau kebiasaan itu sudah tertanam, maka sesungguhnya kita sedang membangun karakter generasi masa depan,” tegasnya.
Menurutnya, SD Negeri 1 Way Jaha juga masih terus melakukan pembenahan dan pengembangan. Terlebih, sekolah tersebut kini tengah dipersiapkan untuk menghadapi penilaian Adiwiyata Tingkat Nasional.
“Kami juga masih terus belajar dari proses yang kami jalani. Tidak ada sekolah yang sempurna. Karena itu, kami terbuka untuk berbagi dan menerima masukan. Harapan kami, semangat seperti ini terus berkembang, sehingga semakin banyak sekolah di Tanggamus yang bergerak bersama membangun budaya lingkungan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Ciherang, Puspita Vemilia Sari, M.Pd., bersama dewan guru, tenaga kependidikan, dan komite sekolah, menyampaikan apresiasi atas penerimaan dan berbagai informasi yang diperoleh selama kunjungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SD Negeri 1 Ciherang dalam memperkuat pelaksanaan Program Adiwiyata melalui pengembangan program, pembiasaan, serta inovasi yang sesuai dengan kondisi sekolah.
Kunjungan study tiru tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari lahirnya berbagai inovasi baru di SD Negeri 1 Ciherang maupun sekolah-sekolah lainnya.
Sebab, semangat Adiwiyata akan semakin besar ketika satu sekolah menginspirasi sekolah lainnya. Dari halaman sekolah yang hijau, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, pengelolaan lingkungan yang konsisten, hingga tangan-tangan kecil peserta didik yang belajar merawat alam, semuanya menjadi bagian dari proses panjang membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kini, semangat Adiwiyata bukan lagi milik satu sekolah. Semangat itu mulai menyala, berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya, membawa harapan lahirnya sekolah-sekolah berbudaya lingkungan di Kabupaten Tanggamus.
Jurnalis : (Erwin).