Puskesmas Way Halim II Gelar CKG dan Pelatihan P3LP bagi Siswa SMPN 44 Bandar Lampung  

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

BANDAR LAMPUNG (MDSnews) — UPT Puskesmas Way Halim II melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Anak Sekolah sekaligus Pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) bagi siswa kelas IX SMPN 44 Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan siswa, baik dari sisi kesehatan fisik maupun psikologis.

Dalam pelaksanaan CKG, para siswa mendapatkan sejumlah pemeriksaan kesehatan, meliputi pengukuran tinggi badan dan berat badan, pemeriksaan gigi dan mulut, kuku, telinga, serta mata. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan hemoglobin (HB) dan gula darah bagi siswa SMP.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi lebih dini apabila terdapat gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Selain CKG, Puskesmas Way Halim II juga memberikan Pelatihan P3LP bagi calon first aider di lingkungan sekolah.

Pelatihan tersebut diberikan kepada guru dan/atau siswa terpilih sebagai bekal untuk mengenali tanda-tanda awal krisis psikologis pada siswa serta memberikan respons awal yang tepat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional.

Kepala UPT Puskesmas Way Halim II, Ida Fitriyani, ST, mengatakan kegiatan CKG dan pelatihan P3LP merupakan bagian dari upaya bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang siswa.

“Melalui Cek Kesehatan Gratis bagi anak sekolah, kita bersama-sama menjaga kesehatan generasi penerus sejak dini,kesehatan merupakan bekal berharga bagi anak untuk tumbuh dan meraih masa depan,” ujar Ida.

Ia menambahkan, keberadaan calon first aider di lingkungan sekolah diharapkan dapat membantu memberikan respons awal ketika terdapat siswa yang mengalami kondisi psikologis yang membutuhkan perhatian.

Dengan adanya pemeriksaan kesehatan fisik dan penguatan kapasitas dalam penanganan awal masalah psikologis, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan siswa.(JML)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *