Tanggamus (Medinas_News) — Bahaya penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian serius dalam Workshop Sosialisasi Bahaya Narkoba tingkat SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tanggamus yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanggamus bersama DPD KNPI Kabupaten Tanggamus, Sabtu (03/10/2026), di GSG Islamic Center Kotaagung.
Dalam kegiatan tersebut, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanggamus Mauritz Marx Williams turut hadir sekaligus memberikan materi kepada para siswa mengenai bahaya narkoba dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda. Di hadapan siswa-siswi, ia menyampaikan pesan dengan pendekatan yang mudah dipahami, bahwa narkoba bukan sekadar persoalan hukum, tetapi dapat menjadi pintu masuk yang merusak pendidikan, keluarga, pergaulan hingga masa depan seseorang.
“Adik-adik semua adalah generasi yang sedang menentukan masa depan. Jangan sampai masa depan yang sudah kalian bangun dengan sekolah dan belajar, kemudian dirusak oleh satu keputusan yang salah. Narkoba mungkin ditawarkan dengan cara yang terlihat menarik, tetapi akibatnya bisa panjang dan merusak kehidupan,” ujar Mauritz.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan pergaulan. Menurutnya, keberanian seorang pelajar bukan ditunjukkan dengan mencoba sesuatu yang berbahaya, melainkan dengan kemampuan mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat menghancurkan dirinya sendiri.
“Kalau ada yang mengajak mencoba narkoba dengan alasan hanya sekali, jangan percaya. Justru keberanian yang sebenarnya adalah ketika kalian mampu berkata tidak. Tidak perlu takut dianggap tidak keren, tidak perlu takut dijauhi. Karena yang akan menjalani masa depan adalah kalian sendiri,” tegasnya.
Mauritz menambahkan, pelajar juga harus berani menjadi bagian dari lingkungan yang saling menjaga. Ia mengajak siswa untuk tidak menutup mata apabila mengetahui adanya penyalahgunaan narkoba di lingkungan pergaulan, namun tetap menyikapinya secara bijak dengan melibatkan pihak yang tepat.
“Jangan hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga jaga teman kalian. Kalau ada persoalan, jangan diselesaikan dengan cara sendiri. Sampaikan kepada guru, orang tua atau pihak yang berwenang. Jangan biarkan satu orang terjerumus kemudian yang lain ikut terseret,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa masa muda merupakan kesempatan yang tidak akan kembali. Karena itu, para siswa diminta mengisi masa sekolah dengan kegiatan positif, mengejar cita-cita dan membangun prestasi, bukan mencoba sesuatu yang justru dapat menghancurkan masa depan.
“Adik-adik punya cita-cita, punya orang tua yang berharap dan punya masa depan yang panjang. Jangan tukarkan semua itu dengan sesuatu yang hanya memberikan kesenangan sesaat. Pilih pergaulan yang sehat, jaga diri dan buktikan bahwa generasi muda Tanggamus bisa tumbuh menjadi generasi emas tanpa narkoba,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Risna Ilyas, S.IP., M.M. dari Kesbangpol Tanggamus, Kanit 1 Resnarkoba Polres Tanggamus Ipda Fery Ariansyah, S.H., M.H., Susan Ayu Ningtias, S.KM. dari BNNK Tanggamus, Ketua DPD KNPI Tanggamus Romzi Edy, Sekretaris DPD KNPI Tanggamus Herwin S.Kom, Bendahara DPD KNPI Tanggamus Reza Dinata, serta siswa-siswi perwakilan SMA/SMK sederajat se-Kabupaten Tanggamus.
Workshop mengusung tema “Membangun Generasi Emas Tanggamus Tanpa Narkoba”, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran bersama agar generasi muda Tanggamus memiliki pemahaman kuat tentang bahaya narkoba dan mampu menjaga diri dari pengaruh penyalahgunaan narkotika.
Jurnalis : (Erwin).