Gerak Cepat..!! Rangga Putra Hakim Tinjau Jembatan Putus, Puskesmas Pulau Tabuan hingga Respons Laporan Alat Pendeteksi Tsunami

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat tidak cukup hanya melalui laporan, tetapi juga memerlukan perhatian dan langkah nyata agar persoalan di lapangan dapat ditindaklanjuti. Hal tersebut ditunjukkan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tanggamus, M. Rangga Putra Hakim, saat turun langsung meninjau sejumlah kondisi yang membutuhkan perhatian di wilayah Kabupaten Tanggamus, Rabu (14/10/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, M. Rangga meninjau jembatan penghubung yang terputus di Dusun Kurupan Jaya, Pekon Suka Banjar, Kecamatan Cukuh Balak. Ia juga mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan untuk melihat kebutuhan tenaga kesehatan, terutama dokter dan bidan, demi mendukung pelayanan medis bagi masyarakat setempat.

Selain itu, M. Rangga menerima laporan warga mengenai alat pendeteksi tsunami yang disebut telah lama tidak mendapatkan penanganan optimal. Menindaklanjuti informasi tersebut, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi teknis terkait untuk memastikan kondisi perangkat serta langkah penanganan yang diperlukan.

Kegiatan ini menjadi bentuk perhatian terhadap sejumlah persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari akses infrastruktur, pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Dalam kegiatan tersebut, M. Rangga didampingi Ramudin, aparat Pekon Suka Banjar, serta Adi Munawar, Kepala Pekon Sawang Balak. Turut hadir Torifki Arisando, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tanggamus; Herwin, Sekretaris DPD KNPI Tanggamus; serta Alvin Rahmat Dani, Koordinator Rembuk Pemuda Wilayah Lampung.

Tinjau Jembatan Putus, Dorong Pembangunan Jembatan Beton

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah jembatan penghubung dari Dusun Kurupan Jaya, Pekon Suka Banjar, Kecamatan Cukuh Balak, yang kondisinya terputus. Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Melihat langsung kondisi di lapangan, M. Rangga menilai diperlukan langkah konkret agar persoalan akses penghubung tersebut dapat ditangani. Salah satu rencana yang akan didorong adalah pembangunan jembatan beton dengan perkiraan panjang sekitar 20 meter dan lebar 3 meter.

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi teknis terkait. Prosesnya juga harus didukung kajian teknis, perencanaan yang matang, serta pembahasan anggaran sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Jembatan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Ketika kondisinya terputus, tentu aktivitas warga ikut terdampak. Karena itu, kita perlu melihat langsung persoalannya dan mendorong agar pembangunan jembatan beton ini dapat menjadi salah satu prioritas untuk ditindaklanjuti,” ujar M. Rangga.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur penghubung memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan berbagai keperluan sehari-hari.

“Kita ingin ada solusi yang nyata. Tentu semuanya harus melalui proses dan mekanisme yang berlaku, mulai dari koordinasi, kajian teknis, hingga pembahasan anggaran. Yang terpenting, kebutuhan masyarakat ini jangan sampai luput dari perhatian,” tegasnya.

Ia berharap persoalan jembatan tersebut dapat memperoleh perhatian dari pihak terkait sehingga upaya pembangunan bisa diperjuangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan kemampuan anggaran daerah.

Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan Membutuhkan Dokter dan Bidan

Perhatian M. Rangga tidak hanya tertuju pada infrastruktur. Ia juga mengunjungi Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut.

Dalam kunjungan itu, kebutuhan tenaga kesehatan menjadi salah satu hal yang disoroti. Sebagai fasilitas kesehatan yang baru berdiri, Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan masih membutuhkan dukungan sumber daya manusia, terutama dokter dan bidan, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Ketersediaan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan penting bagi warga yang tinggal di pulau. Masyarakat membutuhkan pelayanan medis yang memadai dan dapat dijangkau, terutama ketika menghadapi kondisi kesehatan yang memerlukan penanganan segera.

“Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan ini masih baru, sehingga tentu membutuhkan dukungan tenaga kesehatan, terutama dokter dan bidan. Kita ingin masyarakat di sini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai tanpa harus selalu menghadapi kesulitan ketika membutuhkan pertolongan medis,” ujarnya.

M. Rangga menyampaikan akan berkoordinasi dengan kepala dinas terkait untuk membicarakan kebutuhan dokter dan bidan yang dapat ditugaskan di puskesmas tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi upaya untuk mendorong pemenuhan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan, ketersediaan, dan ketentuan yang berlaku.

“Insyaallah, saya akan berkoordinasi dengan kepala dinas terkait untuk membicarakan kebutuhan dokter dan bidan yang dapat ditugaskan di Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan. Harapan kita, puskesmas ini dapat didukung tenaga kesehatan yang cukup sehingga masyarakat memperoleh pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga medis yang memadai. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan dapat berjalan lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Ia berharap koordinasi dengan instansi terkait dapat menghasilkan tindak lanjut yang tepat sehingga kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan mendapat perhatian sebagaimana mestinya.

Terima Laporan Warga soal Alat Pendeteksi Tsunami, Langsung Dorong Tindak Lanjut

Selain melakukan peninjauan langsung ke jembatan dan puskesmas, M. Rangga juga menerima laporan warga mengenai keberadaan alat pendeteksi tsunami yang disebut telah lama tidak mendapatkan penanganan optimal.

Informasi tersebut menjadi perhatian karena perangkat peringatan dini bencana memiliki peran penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah kepulauan dan kawasan yang berhadapan langsung dengan laut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, M. Rangga menyampaikan akan berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi teknis terkait untuk memastikan kondisi serta status operasional perangkat tersebut. Koordinasi juga diperlukan guna mengetahui langkah yang dibutuhkan apabila alat tersebut memerlukan perbaikan atau pemeliharaan.

“Informasi dari masyarakat ini tentu menjadi perhatian kita bersama. Karena berkaitan dengan keselamatan warga, saya akan berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait agar informasi ini dapat segera ditindaklanjuti dan kondisi alat tersebut bisa dipastikan,” ujarnya.

Ia menilai laporan warga perlu mendapat perhatian serius, terlebih apabila berkaitan dengan keselamatan masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan pihak berwenang diperlukan agar informasi yang diterima dapat diperiksa dan ditindaklanjuti secara tepat.

“Kita ingin setiap laporan masyarakat mendapat perhatian. Apalagi ini menyangkut keselamatan warga. Harapan kita, melalui koordinasi dengan pihak terkait, persoalan ini bisa segera mendapatkan kejelasan dan solusi yang tepat,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi perangkat tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi yang memiliki kewenangan. Dengan begitu, langkah penanganan dapat ditentukan berdasarkan hasil pengecekan dan kebutuhan sebenarnya di lapangan.

Mengawal Kebutuhan Masyarakat, Mendorong Langkah Nyata di Lapangan

Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya perhatian dan tindak lanjut terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari jembatan penghubung yang terputus, kebutuhan tenaga kesehatan di Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, hingga laporan mengenai alat pendeteksi tsunami.

Ketiga persoalan itu memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda, tetapi sama-sama memerlukan koordinasi dan perhatian dari pihak terkait. Infrastruktur yang memadai dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat, ketersediaan tenaga kesehatan menjadi penopang pelayanan medis, sedangkan perangkat peringatan dini berperan dalam mendukung kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

M. Rangga berharap koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi teknis, dan pihak berwenang dapat mendorong penanganan yang tepat sesuai kewenangan, skala prioritas, serta mekanisme yang berlaku.

Menurutnya, melihat langsung kondisi lapangan dan merespons informasi yang disampaikan masyarakat merupakan langkah penting untuk memahami persoalan secara lebih jelas. Namun, setiap persoalan juga memerlukan tindak lanjut agar upaya penyelesaiannya dapat berjalan secara terarah.

Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tanggamus sekaligus Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanggamus, M. Rangga Putra Hakim menegaskan pentingnya memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat melalui koordinasi dan langkah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan persoalan jembatan putus, kebutuhan dokter dan bidan di Puskesmas Rawat Inap Pulau Tabuan, serta laporan mengenai alat pendeteksi tsunami dapat memperoleh tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait.

Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat ditangani secara bertahap, baik dalam mendukung kelancaran aktivitas warga, meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, maupun memperkuat kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *