Tanggamus (Medinas_News) — Kabupaten Tanggamus tidak boleh hanya dikenal karena keindahan alam dan pesona wisata baharinya. Kekayaan kuliner tradisional, hasil bumi, serta cita rasa khas daerah juga harus menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., saat menerima audiensi Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat Bupati, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati secara khusus mendorong pelaku usaha perhotelan dan restoran agar tidak hanya menjalankan bisnis kuliner, tetapi turut mengambil peran dalam memperkenalkan kekayaan lokal. Sop nibung, sambal khas Lampung, makanan tradisional, hingga produk hasil pertanian, perkebunan dan perikanan dinilai memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi identitas kuliner Tanggamus.
Bagi Saleh Asnawi, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Wisatawan membutuhkan pengalaman menyeluruh, mulai dari kemudahan akses, kenyamanan penginapan, kualitas makanan, hingga keramahan pelayanan.
“Hotel dan restoran ini bagian dari wajah pelayanan daerah. Orang yang datang dari jauh tentu akan melihat bagaimana penyambutannya, makanannya, pelayanannya, dan bagaimana kesan mereka selama berada di Tanggamus,” ujar Bupati.
Ia menilai Tanggamus memiliki modal pariwisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, pegunungan, hingga kawasan pesisir Teluk Semaka. Potensi tersebut harus dikelola secara serius melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan investor.
Bupati juga mengajak PHRI untuk membangun ekosistem usaha yang melibatkan UMKM serta memprioritaskan produk lokal sebagai bahan baku. Dengan begitu, pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati pemilik hotel dan restoran, tetapi turut membuka peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Audiensi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Arpin, S.Pd., M.M., Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Maradona, S.STP., M.Si., Asisten III Jon Novri, Kepala BKAD Afrida Susanti, S.E., M.M., Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba, S.I.P., Kabag Kerja Sama NS. Maryani, S.Kep., serta Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Syafrizal.
Sementara dari PHRI hadir Ketua Azuwansyah, Sekretaris Subhan, Bendahara Claudia, Ketua Panitia Saiful, serta sejumlah anggota lainnya.
Sop Nibung dan Sambal Khas Jangan Sekadar Jadi Pelengkap
Dorongan menjadikan kuliner sebagai identitas daerah juga mendapat perhatian serius dari Kepala BKAD Tanggamus, Afrida Susanti.
Menurutnya, kekayaan kuliner tradisional harus ditampilkan secara konsisten. Sop nibung, sambal khas Lampung, serta aneka makanan dan kue tradisional jangan hanya menjadi sajian sesekali, tetapi perlu diperkenalkan melalui restoran, hotel, maupun kegiatan resmi pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa cita rasa yang baik harus dibarengi kualitas pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan agar memberikan pengalaman positif bagi setiap pengunjung.
“Jangan sampai makanan kita sudah bagus, tetapi pelayanannya kurang. Kita harus menjaga kualitas pelayanan. Kuliner khas daerah juga perlu ditampilkan supaya orang datang ke Tanggamus memiliki pengalaman dan mengenal makanan khas kita,” ungkap Afrida.
Ia juga mendorong agar sajian tradisional Lampung lebih banyak dihadirkan dalam kegiatan pemerintahan, sehingga tamu dari luar daerah dapat mengenal langsung kekayaan kuliner Tanggamus.
Peluang Usaha Dibuka, Hotel dan Restoran Didorong Masuk E-Katalog
Selain promosi wisata dan kuliner, pemerintah daerah turut mendorong penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal melalui sistem pengadaan pemerintah.
Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Maradona, S.STP., M.Si., menjelaskan bahwa hotel, restoran, dan penyedia jasa katering di Tanggamus perlu didorong untuk terdaftar dalam sistem e-katalog agar memiliki kesempatan menjadi penyedia kebutuhan kegiatan perangkat daerah.
Dinas Pariwisata diharapkan ikut memfasilitasi pelaku usaha, khususnya yang masih mengalami kesulitan memahami proses pendaftaran dan persyaratan administrasi.
Afrida Susanti menambahkan, pemanfaatan jasa hotel, restoran, dan katering untuk kegiatan pemerintah harus tetap mengikuti ketentuan pengadaan yang berlaku. Karena itu, pelaku usaha lokal perlu mempersiapkan legalitas dan kelengkapan administrasi agar mampu bersaing dan menangkap peluang tersebut.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dan produk kuliner menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing pariwisata Tanggamus.
PHRI Minta Dukungan dan Terbukanya Investasi
Ketua BPC PHRI Tanggamus, Azuwansyah, menyambut baik perhatian pemerintah daerah terhadap perkembangan sektor perhotelan dan restoran.
Ia menyampaikan bahwa pelaku usaha memiliki keinginan kuat untuk ikut memajukan pariwisata Tanggamus. Namun, keterbatasan permodalan dan belum optimalnya jumlah kunjungan tamu masih menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama.
“Sebagai pelaku usaha, tentu kami ingin terus berkembang. Kami menyadari masih banyak keterbatasan, terutama permodalan dan jumlah kunjungan tamu. Karena itu, kami berharap dukungan pemerintah dan terbukanya peluang investasi dari luar daerah,” kata Azuwansyah.
PHRI juga menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam memperkenalkan makanan khas Tanggamus melalui kegiatan promosi maupun penyajian kuliner lokal di hotel dan restoran.
Perizinan, Pajak, hingga Promosi Teluk Kiluan Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Asisten III Jon Novri mengingatkan para pelaku usaha agar memperhatikan kelengkapan perizinan serta memenuhi kewajiban perpajakan, termasuk pajak hotel dan restoran sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.
Sementara itu, pemerintah daerah juga menyampaikan rencana promosi wisata melalui kegiatan Color Fun Run di Teluk Kiluan pada 15 November 2026. PHRI diharapkan dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas promosi destinasi wisata Tanggamus.
Kabag Kerja Sama NS. Maryani turut membahas perlunya tindak lanjut perpanjangan kerja sama antara pemerintah daerah dan PHRI yang sebelumnya telah terjalin dan saat ini telah berakhir.
Saleh Asnawi: Pariwisata Harus Disiapkan untuk Masa Depan Tanggamus
Menutup pertemuan, Bupati Saleh Asnawi kembali menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar sektor pelengkap pembangunan, melainkan investasi jangka panjang yang harus dipersiapkan secara serius.
Ia menginginkan adanya kesamaan visi antara pemerintah daerah dan PHRI agar seluruh potensi yang dimiliki Tanggamus dapat dikelola secara maksimal, termasuk peningkatan kualitas hotel dan restoran, penguatan kuliner lokal, serta penciptaan iklim investasi yang menarik.
“Kalau kita ingin membangun Tanggamus untuk masa depan anak-anak kita, salah satu yang harus kita kembangkan adalah pariwisata. Potensi ini harus kita kelola bersama. Pariwisata tidak akan habis selama kita mampu mengembangkannya,” pungkasnya.
Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan dunia usaha. Sebab, Tanggamus tidak cukup hanya memiliki destinasi yang indah, tetapi juga harus mampu menyuguhkan pengalaman yang berkesan.
Dari pesona Teluk Semaka hingga cita rasa sop nibung dan sambal khas Lampung, seluruh kekayaan daerah tersebut harus mendapat tempat dalam promosi pariwisata. Harapannya, wisatawan datang bukan hanya untuk menikmati keindahan alam Tanggamus, tetapi juga pulang dengan cerita tentang kekayaan rasa, budaya, dan keramahan masyarakatnya.
Jurnalis : (Erwin).