BANDAR LAMPUNG (MDSnews) – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), tidak hanya melalui capaian pembangunan pendidikan dan kesehatan, tetapi juga penguatan karakter serta wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda.
Salah satu langkah yang disiapkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal adalah menghadirkan program Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mengajar yang menyasar siswa SMA dan SMK di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Program tersebut tertuang dalam surat Gubernur Lampung Nomor 400.3.12.1/249/V.01/2026 tertanggal 5 November 2026, perihal Forkopimda Mengajar, yang ditujukan kepada unsur Forkopimda beserta jajaran pejabat terkait.
Dalam surat tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air sekaligus menjadi upaya mencegah kenakalan remaja di lingkungan pelajar.
Materi pembelajaran akan difokuskan pada pemahaman empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Selain itu, program juga mencakup pencegahan kenakalan remaja, penanggulangan kekerasan terhadap anak, pembangunan karakter positif, serta pengenalan kehadiran negara dan implementasi bela negara.
Gubernur meminta Forkopimda dan jajaran pejabat di bawahnya dapat memberikan pemahaman secara langsung kepada para pelajar SMA/SMK. Waktu pelaksanaan kegiatan nantinya menyesuaikan dengan agenda masing-masing unsur Forkopimda.
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan pembangunan manusia yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kesadaran hukum, dan tanggung jawab sosial generasi muda.
Di sisi lain, capaian pembangunan manusia Provinsi Lampung menunjukkan tren positif.
Berdasarkan paparan perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung periode 2022–2026, angka IPM terus mengalami peningkatan secara konsisten.
Pada 2022, IPM Lampung tercatat sebesar 71,79, kemudian meningkat menjadi 72,48 pada 2023, naik menjadi 73,13 pada 2024, dan mencapai 73,98 pada 2025.
Sementara pada 2026, IPM Lampung kembali meningkat menjadi 74,74 atau bertambah 0,76 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut menempatkan pembangunan manusia Lampung dalam kategori tinggi.
Peningkatan tersebut ditopang oleh sejumlah indikator utama.
Umur Harapan Hidup saat lahir pada 2026 mencapai 74,93 tahun. Sementara Rata-rata Lama Sekolah tercatat 8,70 tahun dan Harapan Lama Sekolah mencapai 12,80 tahun.
Adapun pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp12.327.000.
Data tersebut memperlihatkan adanya perkembangan pada dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat Lampung.
Meski demikian, peningkatan IPM tetap membutuhkan upaya berkelanjutan, khususnya dalam memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan generasi muda memperoleh lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan karakter.
Program Forkopimda Mengajar menjadi salah satu langkah untuk memperkuat sisi tersebut. Kehadiran unsur pimpinan daerah secara langsung di lingkungan sekolah diharapkan dapat memperluas wawasan pelajar sekaligus mendekatkan institusi negara dengan generasi penerus bangsa.
Dengan tren peningkatan IPM yang terus terjaga dan penguatan pendidikan karakter melalui kolaborasi lintas institusi, Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan mampu membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, nasionalisme, dan daya saing. (RED)