Tanggamus (MDSnews)–Dana desa merupakan bagian dari belanja pemerintah pusat, dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di perdesaan. “Arah kebijakan tetap memperhatikan aspek pemerataan dan keadilan. Dimana Pemerintah pada saat ini tengah gencar mengatasi kesenjangan, salah satunya melalui program dana desa.
Rotati kepala desa mengatakan, keterlibatan masyarakat dalam merumuskan terkait dengan prioritas pembangunan, diharapkan benar-benar menjadi solusi untuk mengentaskan permasalahan pemerataan pembangunan.

Lanjutnya, sementara target prioritas pembangunan di desa, diharapkan tepat sasaran dan pemanfaatannya, serta dapat dikelola dengan baik oleh aparatur desa, supaya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, untuk mengembangkan desa. Dengan pengelolaan yang baik oleh aparatur desa, menjadi poin utama dalam hal menyukseskan program dana desa,”ungkap Rotati, Minggu,(9/9/2018). Dijelaskan Rotati dengan dikuncurkan Dana Desa tahun 2018, dana tersebut memberikan dampak yang cukup positif, untuk kemajuan desa. Salah satunya, desa Banjar Agung Udik, kecamatan pugung, yang mempunyai luwas wilayah,900 hektar, dengan jumlah penduduk. 3350 jiwa,dan jumlah KK sebanyak 800 Kepala Keluarga. anggaran dana tersebut di alokasikan bangunan, Drainase. Selain program prioritas bangunan lainnya, Rabat beton dan gorong-gorong, yang terbagi di 7 titik lokasi pembangunannya, di Dusun Kebumen ada 4, drainase 2 titik, rabat beton 1 titik, gorong-gorong 7 titik,” jelas Rotati.
Sambungnya, di dusun induk gorong-gorong plat deker dan rabat beton 2 titik. Dengan demikian, Dana Desa yang di alokasikan, sebesar, Rp, 1,308,820,149. yang di bagi tiga bagian, Bidang pembangunan desa, Rp,886,658,825, Bidang pemberdaya masyarakat,Rp,66,836,423, sementara dibidang pembangunan, seperti, Drainase tipe 60 panjang 559m sebesar Rp,400.169.000, Gorong-gorong plat deker tipe 60 sepanjang 2mx1m, 4titik sebesar Rp,14.132.056, Drainase tipe 60 panjang 234m, sebesar.Rp,153.474.000, Rabat beton panjang 0,12x3x122m, sebesar.Rp,80.572.000. Gorong-gorong plat tipe 60 panjang 4x1m, 1 titik sebesar. Rp,12,423,550. Jalan rabat beton panjang 0,12 kali 2,2m kali 63m sebesar Rp, 32.721.000. Drainase tipe 100, panjang 30m sebesar,Rp, 22,795 000.telah sesuai indikator Indek Kemajuan Desa (IKD). Selain karena IKD, pembangunan Jalan rabat beton ini juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas sehari hari serta memudahkan mengeluarkan hasil bumi,” harap Rotati.
Dijelaskan juga rencana Pembangunan prioritas tahun 2019. yakni Balai pertemuan/GSG,”jelas Tati.
Sementara Hermansyah sekretaris desa di dampingi, Suratno Ketua TPK dan Tadarsyah Kaur Pembangunan menjelaskan, Beberapa hal yang menjadi faktor utama dalam memaksimalkan kebermanfaatan dana desa. pertama, aparatur desa, memiliki integritas baik. kepala desa dan perangkat desa memandang keuangan desa merupakan amanah yang harus dikelola dengan baik, untuk kesejahteraan warga desa. serta pengelolaan keuangan desa yang akuntabel, adanya sistem pengelolaan keuangan yang sederhana tapi kuat, serta transparansi dalam pengelolaan keuangan di tingkat desa.
Penentuan target sasaran dan prioritas pembangunan, adanya keterlibatan masyarakat dalam merumuskan terkait dengan prioritas pembangunan, harapannya dana desa ini benar-benar menjadi solusi untuk mengentaskan permasalahan pemerataan pembangunan serta auksesnya di desa,”jelas Herman. Salah satu warga setempat, Hamsyah Bakri, menilai percepatan pembangunan di daerah khususnya desa banjar agung udik dinilai sudah cukup mendesak, karena salah satu alasannya, adalah jalan Rabat beton merupakan jalan akses, untuk aktivitas sekaligus mempermudah transportasi serta jalan anak-anak untuk bersekolah,”jelas Hamsyah. “Sementara Syamsudin mengatakan, cukup senang dan berterima kasih kepada pemerintah pusat dan aparatur desa. karena telah memberikan bantuan sekaligus merealisasikan. membangun Drainase dan jalan Rabat beton, prosesnya sangat transfaransi serta berdayakan masyarakat di bidang pekerjaan, sehingga perekonomian masyarakat bisa terbantu, harapan kami bagaimana caranya, supaya program seperti ini di tingkatkan anggarannya dan terus dilanjutkan setiap tahun,”ungkap Syamsudin.
Reporter, Nanda Trijaya.
Editor ,Hasbulloh.