Tanggamus (Medinas_News) — Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 resmi digulirkan di Pekon Kalimiring, Kecamatan Kotaagung Barat, menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini mendambakan akses dan fasilitas yang lebih layak.
Kegiatan yang diinisiasi Kodim 0424 Tanggamus ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar warga desa. Upacara pembukaan berlangsung khidmat, dihadiri Danrem 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, Dandim 0424 Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, Wakil Bupati Agus Suranto, serta jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat.
Wakil Bupati Agus Suranto menegaskan, TMMD menjadi momentum penting dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan. Menurutnya, pembukaan akses jalan yang menjadi fokus utama diyakini akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga peningkatan roda ekonomi masyarakat.
“Kami berharap TMMD ini benar-benar memberi manfaat nyata, membuka keterisolasian, dan mendorong kesejahteraan masyarakat menuju pekon yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya.
Selama satu bulan ke depan, mulai 22 April hingga 22 Mei 2026, berbagai pembangunan akan dilakukan secara terpadu. Mulai dari normalisasi dan perkerasan jalan, pembangunan rabat beton, talud, hingga gorong-gorong, semuanya dirancang untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kendala warga. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, perlahan akan berubah menjadi akses yang layak, memudahkan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Tak hanya itu, TMMD juga menyentuh sisi non fisik yang tak kalah penting. Beragam penyuluhan digelar, mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, hingga isu-isu krusial seperti stunting, bahaya narkoba, dan mitigasi bencana. Edukasi tentang kesehatan, sosial, hingga ekonomi desa menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri.
Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) turut melengkapi kegiatan ini, seperti rehab rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor dan MCK, hingga pembagian sembako dan penanaman pohon. Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa dari berbagai aspek.
Bagi warga Kalimiring, TMMD bukan hanya program tahunan, melainkan harapan yang mulai terwujud. Dari jalan yang terbuka hingga wawasan yang bertambah, semua menjadi langkah nyata menuju kehidupan yang lebih baik. Di desa inilah, pembangunan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat.
Jurnalis : (Erwin).