Tanggamus (Medinas_News) — Perhatian publik terhadap kondisi salah satu sekolah berdinding kayu di Dusun Batu Nyangka, Pekon Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, menjadi momentum penting untuk melihat lebih dekat tantangan pendidikan di wilayah terpencil. Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pun memberikan penjelasan sekaligus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan pendidikan secara merata.
Sekolah yang menjadi sorotan tersebut merupakan bagian dari layanan kelas jauh SD Negeri Tanjung Raja. Keberadaannya hadir sebagai solusi agar anak-anak di wilayah perbukitan tetap dapat mengakses pendidikan tanpa harus menempuh jarak jauh dengan medan yang sulit. Lokasinya sekitar 10 kilometer dari sekolah induk dan hanya dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua.
Saat ini, sebanyak 13 siswa dari kelas 2 hingga kelas 5 masih aktif belajar di sana, dibimbing oleh satu orang guru. Sementara siswa kelas 6 mengikuti pembelajaran di sekolah induk sebagai persiapan ujian. Di tengah keterbatasan, semangat belajar para siswa tetap tumbuh, menjadi gambaran kuatnya tekad untuk meraih masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Tanggamus, Drs. Viktor Libradi HS., MH., menyampaikan bahwa keberadaan kelas jauh tersebut telah berlangsung sejak tahun 1996 dan menjadi bagian dari upaya panjang menghadirkan pendidikan hingga ke pelosok.
“Kami memahami bahwa kondisi ini menyentuh banyak pihak. Apa yang terlihat hari ini adalah bagian dari proses panjang pelayanan pendidikan di daerah terpencil. Kami sangat menghargai perhatian dan kepedulian semua pihak, karena itu menjadi dorongan bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, termasuk membangun sekolah induk yang permanen dan representatif melalui APBD tahun 2021 dan 2022, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti perpustakaan. Namun, untuk kelas jauh, masih terdapat beberapa kendala, salah satunya terkait status lahan yang belum memiliki kejelasan administrasi.
“Kami tidak menutup mata terhadap kondisi ini. Justru ini menjadi bahan evaluasi bagi kami. Dalam waktu dekat, kami akan melakukan kajian menyeluruh serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, pekon, hingga DPRD agar solusi yang diambil benar-benar tepat dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Lebih jauh, Viktor Libradi juga menyampaikan pesan dari hati kepada masyarakat, bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.
“Anak-anak di wilayah tersebut adalah bagian dari masa depan Tanggamus. Mereka berhak mendapatkan layanan pendidikan yang layak. Mari kita jaga semangat kebersamaan dan gotong royong, karena dengan itu kita bisa menghadirkan perubahan yang lebih baik,” ungkapnya.
Perhatian yang muncul dari berbagai pihak, termasuk melalui media sosial, diharapkan dapat menjadi jembatan kolaborasi yang positif. Pemerintah Kabupaten Tanggamus pun memastikan bahwa setiap masukan akan diterima secara terbuka sebagai bagian dari upaya perbaikan ke depan.
Dengan langkah yang terukur dan dukungan semua pihak, diharapkan layanan pendidikan di wilayah terpencil seperti Dusun Batu Nyangka dapat terus berkembang, sehingga setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar dalam kondisi yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
Jurnalis : (Erwin).