Tak Sekadar Kewajiban, Ini Tentang Tanggung Jawab: Ajakan Menyentuh dari Bapenda Tanggamus untuk Taat Pajak Kendaraan

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Sebuah ajakan yang tak biasa datang dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Tanggamus. Melalui kampanye pembayaran pajak kendaraan tahunan di Provinsi Lampung, masyarakat diingatkan bahwa membayar pajak bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.

Sekretaris Bapenda Tanggamus, Bayu Mahardika, mewakili Kepala Bapenda Kabupaten Tanggamus, Nanang Sumarlin, menyampaikan bahwa kini masyarakat diberikan kemudahan luar biasa. Bahkan, pembayaran pajak kendaraan sudah bisa dilakukan tanpa KTP pemilik lama, sebuah kebijakan yang diharapkan mampu menghapus keraguan dan hambatan yang selama ini dirasakan warga.

“Ini bukan lagi soal sulit atau mudah. Pemerintah sudah hadir memberikan solusi. Sekarang tinggal bagaimana kesadaran kita sebagai masyarakat untuk ikut berkontribusi. Pajak yang kita bayarkan, sekecil apa pun, akan kembali kepada kita dalam bentuk pembangunan,” ujar Bayu dengan nada penuh harap.

Dalam keterangannya, ia juga menekankan bahwa kemudahan ini seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk segera menunaikan kewajiban, sekaligus melakukan proses balik nama kendaraan. Menurutnya, masih banyak kendaraan yang belum sesuai administrasi kepemilikan, padahal prosesnya kini jauh lebih sederhana.

“Bayangkan, jalan yang kita lewati setiap hari, fasilitas umum yang kita gunakan, itu semua berasal dari pajak. Ketika kita menunda, sebenarnya kita juga menunda kemajuan daerah kita sendiri,” tambahnya.

Program ini juga disertai dengan persyaratan yang tidak memberatkan, cukup dengan KTP pemilik baru, STNK asli, serta surat pernyataan kesediaan untuk melakukan balik nama di tahun berikutnya. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepercayaan pemerintah kepada masyarakat.

Di balik kemudahan tersebut, ada harapan besar yang tersimpan. Harapan agar masyarakat Tanggamus tidak lagi menunda, tidak lagi ragu, dan mulai menyadari bahwa setiap rupiah pajak adalah bagian dari masa depan bersama.

Kini, pilihan ada di tangan masyarakat. Apakah akan terus menunda, atau mulai melangkah menjadi warga yang taat dan peduli.

“Ayo ke Samsat. Ini saatnya kita tunjukkan bahwa kita peduli,” tutup Bayu Mahardika.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *