Tanggamus (Medinas_News) — Bertahun-tahun warga Pekon Kalimiring, Kecamatan Kota Agung Barat, hidup dengan akses jalan yang nyaris tak tersentuh pembangunan. Jalur sempit berlumpur yang hanya bisa dilalui pejalan kaki kini perlahan berubah menjadi badan jalan yang mulai dapat dilintasi kendaraan.
Perubahan itu terlihat nyata saat Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI turun langsung meninjau lokasi TMMD ke-128 Tahun 2026 di Kalimiring, Selasa (12/5/2026). Di tengah suara alat berat dan warga yang bergotong royong di lokasi pembangunan, program TMMD hadir bukan hanya membuka jalan, tetapi membuka harapan baru bagi masyarakat pedesaan.
Kunjungan dipimpin Ketua Tim Wasev Mabes TNI Brigjen Mukhlis bersama rombongan. Turut hadir Bupati Tanggamus Drs. Hi. Moh. Saleh Asnawi, Kasrem 043/Gatam Kolonel Roli Dewa, Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono, unsur Forkopimda hingga tokoh masyarakat.
Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi mengatakan, kondisi infrastruktur di Kalimiring selama ini menjadi persoalan serius yang dirasakan langsung masyarakat, khususnya petani yang kesulitan mengangkut hasil kebun akibat akses jalan yang rusak dan sempit.
“TMMD ini bukan sekadar pekerjaan pembangunan biasa. Ini tentang bagaimana negara hadir sampai ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau,” ujar Saleh Asnawi.
Ia menegaskan, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam percepatan pembangunan desa.
Melalui TMMD ke-128, sejumlah pembangunan fisik dilakukan, mulai dari normalisasi badan jalan sepanjang 2.570 meter, pengerasan jalan, pembangunan talud dan gorong-gorong, rehab rumah tidak layak huni, pembangunan MCK hingga sumur bor untuk warga.
Di balik pembangunan fisik tersebut, keterlibatan masyarakat terlihat sangat kuat. Warga turun langsung membantu pengerjaan jalan bersama personel Satgas TMMD meski harus berjibaku dengan medan berat dan cuaca hujan.
Dandim 0424/Tanggamus Letkol Inf Dwi Djunaidi Mulyono mengatakan, cuaca menjadi tantangan terbesar selama proses pembangunan berlangsung. Namun hal itu tidak membuat pengerjaan terhambat.
“Kalau hujan kami menyesuaikan pekerjaan. Begitu cuaca bagus langsung kita kebut bersama masyarakat. Yang terpenting target pembangunan tetap berjalan,” kata Dandim.
Sementara itu, Ketua Tim Wasev Mabes TNI Brigjen Mukhlis mengaku melihat langsung dampak perubahan yang mulai dirasakan masyarakat sejak program TMMD berjalan.
“Dulu ini hanya jalan setapak dan tertutup. Sekarang kendaraan sudah bisa masuk. Ini yang nantinya akan membantu masyarakat membawa hasil pertanian dan perkebunan dengan lebih mudah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Yang paling penting bukan hanya jalannya jadi, tapi bagaimana masyarakat ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan ini,” tegas Brigjen Mukhlis.
TMMD ke-128 Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri Dari Desa”. Di Kalimiring, tema itu perlahan mulai terlihat nyata, saat jalan yang dulu hanya dipijak kaki warga, kini mulai membuka jalur kehidupan baru bagi masyarakat desa.
Jurnalis : (Erwin).