Tanggamus (Medinas_News) — Riuh warga memadati Pasar Kotaagung, Rabu (13/5/2026). Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok yang mulai membuat masyarakat resah, Pemerintah Kabupaten Tanggamus hadir membawa harapan lewat Gerakan Serentak Operasi Pasar Minyak Goreng Minyakita.
Bupati Tanggamus, Drs Hi Moh. Saleh Asnawi turun langsung meninjau pelaksanaan operasi pasar tersebut. Kehadirannya menjadi simbol bahwa pemerintah tidak tinggal diam saat masyarakat mulai merasakan tekanan ekonomi di pasar.
Dengan tema “Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga, Jaga Daya Beli Masyarakat”, operasi pasar itu digelar serentak di 15 kabupaten/kota se-Lampung sebagai langkah nyata menjaga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi warga.
Di hadapan masyarakat, Saleh Asnawi menegaskan bahwa pemerintah akan selalu berdiri bersama rakyat ketika kondisi harga mulai memberatkan.
“Kalau memang kebutuhan masyarakat sangat dibutuhkan dan kondisinya mendesak, pemerintah pasti hadir bersama masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan itu langsung mendapat sambutan hangat warga yang berharap operasi pasar murah seperti ini terus berlanjut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperindag Tanggamus, Bayu Mahardhika, menyampaikan pesan yang paling menyentuh perhatian masyarakat. Menurutnya, operasi pasar bukan sekadar soal menjual minyak goreng murah, tetapi memastikan rakyat tidak merasa sendirian menghadapi lonjakan harga.
“Kita tidak bicara soal sanksi atau mencari siapa yang salah. Yang paling penting bagaimana masyarakat tetap tenang, harga tetap stabil, dan kebutuhan pokok tetap tersedia,” ujar Bayu.
Kalimat itu seolah menjadi penegas bahwa pemerintah ingin hadir dengan pendekatan yang lebih manusiawi, bukan sekadar pengawasan, tetapi juga perlindungan terhadap daya beli masyarakat kecil.
Dalam operasi pasar tersebut, Pemkab Tanggamus menyiapkan 100 dus Minyakita atau sekitar 600 kemasan dua liter yang dijual dengan harga Rp31 ribu per kemasan. Harga itu jauh lebih ringan dibanding harga pasar yang saat ini menyentuh Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Bayu juga memastikan operasi pasar murah akan terus berjalan sepanjang Mei 2026 menyesuaikan kondisi stok dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Kami ingin masyarakat tidak panik. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stok dan harga supaya tetap terkendali,” tambahnya.
Langkah cepat Pemkab Tanggamus ini dinilai menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil. Di saat masyarakat mulai khawatir dengan kenaikan harga bahan pokok, pemerintah memilih turun langsung ke pasar, mendengar keluhan warga, sekaligus menghadirkan solusi nyata di tengah denyut kehidupan masyarakat.
Jurnalis : (Erwin).