Gerakan MAS TOSA Digencarkan, DLH Tanggamus Ajak Masyarakat Mulai Olah Sampah dari Rumah

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus mendorong kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui Gerakan Masyarakat Tanggamus Olah Sampah (MAS TOSA).

Program ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Tanggamus yang mengajak seluruh ASN, aparatur pekon, sekolah, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, hingga masyarakat umum untuk mulai mengolah sampah organik langsung dari sumbernya melalui pembuatan “peyeyuhan” atau komposter sederhana.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Kemas Amin Yusfi, S.T., M.M. mengatakan, gerakan ini bukan hanya program pemerintah semata, tetapi bentuk edukasi dan ajakan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama peduli terhadap persoalan sampah yang semakin serius.

Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang menganggap seluruh persoalan sampah harus diselesaikan pemerintah. Padahal, sampah organik sebenarnya bisa diolah langsung dari rumah tangga masing-masing tanpa harus semuanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kalau masyarakat mau bergerak dari hulu, mulai dari rumah sendiri, maka persoalan sampah akan jauh lebih ringan. Jangan sedikit-sedikit semua dibebankan ke pemerintah. Ini saatnya kita bersama-sama belajar mengolah sampah dari sumbernya,” ujar Kemas Amin Yusfi.

Ia menjelaskan, kondisi TPA Kalimiring saat ini sudah hampir penuh. Sementara Pemerintah Daerah belum memiliki fasilitas pengolahan sampah skala besar lainnya. Karena itu, pengurangan sampah langsung dari sumber menjadi langkah yang sangat penting dan mendesak dilakukan bersama.

Gerakan MAS TOSA sendiri menargetkan pada akhir tahun 2026 sebanyak 75 persen sampah organik di Kabupaten Tanggamus dapat terolah langsung dari sumbernya dan tidak lagi masuk ke TPA Kalimiring. Dengan begitu, umur TPA bisa lebih panjang, lingkungan menjadi lebih bersih, dan masyarakat semakin terbiasa hidup sehat serta peduli lingkungan.

Sebagai bentuk keteladanan, pemerintah meminta seluruh instansi mulai menerapkan pengolahan sampah organik di lingkungan masing-masing. Mulai dari kantor pemerintahan, rumah ASN, aparatur pekon, sekolah, puskesmas, hingga fasilitas umum lainnya diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat.

Kemas Amin Yusfi juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu kondisi lingkungan semakin parah baru bergerak. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan harus dimulai dari hal kecil yang dilakukan bersama-sama setiap hari.

“Kalau semua bergerak, insyaAllah Tanggamus bisa menjadi daerah yang bersih, sehat, dan lebih baik untuk generasi mendatang. Sampah bukan hanya dibuang, tetapi harus mulai dikelola,” pungkasnya.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *