Pemkot Bandarlampung Bagikan 194 Ribu Butir Telur Gratis untuk 1080 Penerima Manfaat Guna Untuk Tekan Angka Stunting

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

Bandar Lampung (MDSnews) — Pemerintah Kota Bandarlampung gelar program pemberian bantuan telur gratis sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting serta meningkatkan pemenuhan gizi anak pada keluarga berisiko stunting di aula semergou, Selasa (09/06/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada 1.080 penerima manfaat yang merupakan keluarga memiliki balita dan berasal dari keluarga berisiko stunting. Para penerima bantuan tersebut merupakan usulan Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terantum dalam Data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dari Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, diketahui oleh lurah setempat, serta telah disesuaikan dengan data keluarga Desil 1–3 dari Dinas Sosial

 

“Dalam program ini, setiap penerima manfaat memperoleh 2 butir telur per hari yang didistribusikan setiap bulan selama tiga bulan, yakni mulai Juni hingga Agustus 2026. Dengan jumlah tersebut, total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 194.400 butir telur selama masa pelaksanaan program,” kata Eva Dwiana.

“Program bantuan telur gratis ini merupakan salah satu bentuk intervensi gizi yang bertujuan meningkatkan asupan protein bagi anak-anak pada keluarga berisiko stunting. Telur merupakan sumber protein hewan yang mudah diperoleh, terjangkau, dan memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” tuturnya.

Pemerintah Kota Bandarlampung berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, khususnya pada masa pertumbuhan, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Bandar Lampung.

” Melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BKKBN, Dinas Sosial, pemerintah kelurahan, hingga Tim Pendamping Keluarga, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mewujudkan generasi Bandarlampung yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

“Program tersebut juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Bandarlampung dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan dan gizi keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tandasnya.( Rifki )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *