Tanggamus (Medinas_News) — Polemik dugaan pencemaran lingkungan yang sempat menyeret nama kolam renang “Kok Happy Family” di Pekon Banyu Urip, Kecamatan Wonosobo, akhirnya mulai menemui titik terang, Selasa (09/06/2026).
Setelah sebelumnya ramai dikeluhkan warga karena diduga menyebabkan gagal panen dan kematian ikan, hasil uji laboratorium resmi yang dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus menyatakan kondisi limbah kolam renang tersebut masih dalam batas aman.
Hasil laboratorium menunjukkan sejumlah parameter penting, terutama kadar klorin, berada di angka 0,8 dan dinyatakan masih memenuhi standar aman. Hasil tersebut pun langsung disampaikan kepada masyarakat dalam pertemuan yang turut dihadiri tim dari pemerintah daerah, pihak pengelola kolam renang, serta perwakilan warga yang memiliki sawah dan kolam ikan di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, S.E., M.M., mengatakan pemerintah daerah sejak awal berupaya menyelesaikan persoalan ini secara objektif dan terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Hasil laboratorium menunjukkan limbah yang diuji masih berada di bawah ambang batas baku mutu. Namun pengawasan tetap dilakukan agar kondisi lingkungan tetap aman dan masyarakat mendapat kepastian,” ujarnya.
Di sisi lain, pihak pengelola kolam renang juga menunjukkan keseriusan dalam menjaga lingkungan dengan meningkatkan dan memperbarui sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar menjadi lebih baik, lebih maksimal, dan semakin aman bagi lingkungan sekitar.
Maruyah atau yang akrab disapa Ibu Maria, menyampaikan rasa syukur karena persoalan yang sempat memanas kini dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan hasil laboratorium yang jelas.
“Hasil dari laboratorium bersama Dinas Lingkungan Hidup memang menyatakan kondisi limbah aman. Terutama kadar klorin yang hasilnya di angka 0,8 dan itu masih dalam batas aman. Alhamdulillah semuanya sudah dikomunikasikan bersama pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Ibu Maria.
Ia juga menegaskan bahwa pihak pengelola tetap akan melakukan pengujian ulang sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen untuk memastikan limbah benar-benar tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kami juga meningkatkan sistem IPAL supaya jauh lebih baik lagi dari sebelumnya dan akan melakukan uji laboratorium kembali. Ini bukan karena hasil sebelumnya buruk, tetapi supaya benar-benar memastikan semuanya aman, lebih maksimal, dan masyarakat juga merasa tenang,” lanjutnya.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa perwakilan masyarakat yang sebelumnya memiliki keluhan juga hadir dan melihat langsung hasil laboratorium yang ditunjukkan oleh tim pemerintah daerah. Suasana yang sebelumnya sempat tegang perlahan berubah menjadi lebih kondusif.
Menurut Ibu Maria, masyarakat yang hadir memahami bahwa dugaan kerusakan sawah dan kematian ikan yang sebelumnya ramai dibicarakan tidak terbukti berasal dari limbah kolam renang.
“Tadi kami juga sudah bertemu langsung dengan masyarakat. Mereka sudah melihat sendiri hasil laboratoriumnya dan memahami bahwa persoalan kemarin bukan disebabkan limbah kolam renang. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah damai dan sepakat untuk sama-sama saling menjaga,” katanya.
Di balik polemik yang sempat ramai tersebut, keberadaan kolam renang “Kok Happy Family” sendiri diharapkan tetap menjadi bagian dari kemajuan daerah di Kecamatan Wonosobo. Selain menjadi tempat wisata keluarga, keberadaannya dinilai mampu menghadirkan ruang hiburan bagi masyarakat tanpa harus pergi jauh ke kota.
“Harapan kami tentu ingin daerah ini maju. Kami ingin tempat ini bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Anak-anak juga tidak perlu jauh-jauh lagi mencari tempat bermain ke kota karena di kampung sendiri sudah ada. Kami mohon dukungan dan doa dari semuanya,” tutup Ibu Maria.
Dengan keluarnya hasil laboratorium dan adanya kesepahaman antara masyarakat, pemerintah daerah, serta pihak pengelola, polemik yang sempat menyita perhatian warga Wonosobo kini perlahan mulai mereda. Pemerintah Kabupaten Tanggamus juga memastikan pengawasan tetap dilakukan agar aktivitas usaha dan kondisi lingkungan tetap berjalan beriringan secara baik.
Jurnalis : (Erwin).