Adiwiyata 2026 Resmi Bergulir, DLH Tanggamus Perkuat Pendidikan Peduli Lingkungan di Sekolah

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanggamus resmi memulai pelaksanaan penilaian Program Adiwiyata Tahun 2026, Rabu, 10 Juni 2026. Sebanyak tujuh sekolah di Kabupaten Tanggamus mengikuti penilaian yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat.

Pada hari pertama, penilaian dilaksanakan di dua sekolah yang berada di Kecamatan Pugung, yakni SD Negeri 1 Way Jaha dan SMP Negeri 2 Pugung. Penilaian dilakukan langsung oleh satu Tim penilai yang beranggotakan delapan orang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus.

Ketua Tim Penilai Program Adiwiyata Kabupaten Tanggamus yang juga Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, S.E., M.M., mengatakan bahwa Program Adiwiyata merupakan salah satu program penting dalam dunia pendidikan yang bertujuan membentuk karakter siswa agar memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup sejak dini.

Menurutnya, saat ini persoalan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga pendidikan tentang pentingnya menjaga lingkungan harus terus ditanamkan kepada generasi muda melalui lingkungan sekolah.

“Program Adiwiyata ini bukan hanya sekadar kegiatan penilaian atau mengejar penghargaan semata, tetapi bagaimana sekolah mampu membentuk karakter siswa agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya. Anak-anak harus mulai dibiasakan hidup bersih, disiplin menjaga kebersihan, mencintai tanaman, mengelola sampah dengan baik, serta memahami pentingnya menjaga alam demi keberlangsungan kehidupan di masa depan,” ujar Adi Gunawan.

Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran yang sangat besar dalam membangun budaya peduli lingkungan karena sebagian besar waktu siswa dihabiskan di lingkungan sekolah. Oleh sebab itu, menurutnya, sekolah harus menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, hijau, dan nyaman.

“Melalui Program Adiwiyata ini, kami ingin membangun pola pikir siswa agar lebih sadar bahwa lingkungan yang bersih dan sehat itu sangat penting. Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, dan menghemat penggunaan air harus menjadi kebiasaan sehari-hari yang terus diterapkan,” katanya.

Adi Gunawan juga menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek lingkungan sekolah, mulai dari administrasi sekolah berbasis lingkungan, penghijauan, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga partisipasi aktif siswa dan guru dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Penilaian ini bukan untuk mencari sekolah terbaik saja, tetapi lebih kepada melihat sejauh mana budaya peduli lingkungan benar-benar diterapkan di sekolah. Kami berharap apa yang sudah dilakukan sekolah dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga Program Adiwiyata benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan lingkungan hidup di Kabupaten Tanggamus,” tambahnya.

Ia juga berharap melalui Program Adiwiyata, generasi muda di Kabupaten Tanggamus dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap lingkungan serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat.

“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk para pelajar,” tegasnya.

Suasana penilaian di SD Negeri 1 Way Jaha berlangsung meriah dan penuh semangat. Para siswa dan guru tampak antusias menyambut kedatangan rombongan penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus. Lingkungan sekolah terlihat bersih, hijau, dan tertata rapi dengan berbagai tanaman serta hasil kreativitas siswa terkait pengelolaan lingkungan.

Kepala SD Negeri 1 Way Jaha, Hari Purnomo, M.Pd., menyampaikan rasa bangga karena sekolahnya menjadi salah satu peserta dalam Program Adiwiyata Tahun 2026. Ia mengatakan pihak sekolah terus berupaya membangun budaya peduli lingkungan kepada seluruh siswa melalui berbagai kegiatan positif di sekolah.

“Kami terus membiasakan siswa menjaga kebersihan lingkungan sekolah, merawat tanaman, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga lingkungan tetap sehat dan nyaman. Semoga melalui Program Adiwiyata ini, siswa semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan demi masa depan,” kata Hari Purnomo.

Selain melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lingkungan sekolah, penilaian juga mencakup administrasi pendukung, program penghijauan, kebersihan sanitasi, pengelolaan sampah, hingga inovasi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

Program Adiwiyata sendiri merupakan program yang bertujuan menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan. Melalui program tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup di Kabupaten Tanggamus.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *