Menantang Batas Akses Medis: Ikhtiar RSUD Abdul Moeloek Memutus Ketergantungan Rujukan Hipospadia

Bandar Lampung DAERAH HOME LAMPUNG TERBARU

Bandar lampung (MDSnews) – Tanjung Karang, kesunyian di koridor Instalasi Bedah Sentral RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung mendadak pecah oleh diskusi intensif sejumlah pria bermasker hijau.

Pagi itu, Sabtu, 4 Juli 2026, sebuah langkah krusial bagi masa depan pelayanan urologi pediatrik di beranda Sumatra sedang dipertaruhkan.

Di dalam ruang operasi, tiga anak laki-laki tengah menanti restrukturisasi masa depan mereka melalui meja bedah.

Ketiga pasien tersebut Fadilah Ahmad yang telah menginjak usia dewasa (21 tahun), serta dua bocah berumur belia, Zayan Altan Mutaqin (7 tahun) dan Akhtar Qabeel Alfarezi (5 tahun) adalah penyandang hipospadia.

Ini merupakan sebuah kelainan kongenital di mana muara saluran kemih (uretra) tidak terletak di ujung penis sebagaimana mestinya. Tanpa rekonstruksi bedah yang presisi, masa depan fungsi ekskresi dan reproduksi mereka berada dalam bayang-bayang disfungsi permanen.

Namun, operasi kali ini bukan sekadar rutinitas terapeutik biasa. Di balik dinding ruang kaca, jalannya pisau bedah para Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) Urologi RSUDAM dikawal ketat secara komprehensif. Adalah dr. Yonas Immanuel Hutasoit, S.U(K)., konsultan Urologi Pediatrik kenamaan dari Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, yang hadir khusus bertindak sebagai supervisor dalam program proctorship medis ini.

Alih Teknologi di Meja Bedah

Program proctorship atau pendampingan klinis ini dirancang bukan sekadar sebagai formalitas transfer ilmu generik. Sejak fajar menyingsing, diskusi ilmiah dan pembahasan anatomi kasus telah dipimpin langsung oleh Direktur RSUDAM, didampingi oleh jajaran Wakil Direktur Keperawatan serta Pelayanan dan Penunjang Medis. Mereka membedah rekam medis secara komprehensif sebelum demonstrasi teknik bedah mutakhir dilakukan.

Bagi RSUDAM, kehadiran konsultan dari Jakarta ini adalah momentum emas untuk menyerap standar pelayanan urologi pediatrik global terkini. Tata laksana hipospadia dikenal memiliki tingkat kerumitan yang tinggi, membutuhkan akurasi milimeter dalam rekonstruksi jaringan agar estetika dan fungsi organ dapat kembali optimal.

Direktur RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, dr. Imam Ghozali, Sp.An., K-MN., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan proctorship ini merupakan bagian integral dari komitmen strategis untuk menaikkan kelas kompetensi sumber daya manusia rumah sakit, sekaligus memperkuat mutu layanan kesehatan daerah.

Menurut Imam, melalui model pendampingan langsung di ruang operasi ini, proses transfer keterampilan dapat berjalan lebih taktis, aman, dan efektif. Tujuan jangka panjangnya jelas: memangkas angka rujukan pasien ke luar daerah dan memastikan masyarakat Lampung mendapatkan penanganan medis terspesialisasi tanpa harus menyeberang pulau ke ibu kota.

Membangun Kemandirian Urologi Pediatrik

Langkah progresif ini juga mendapat sambutan hangat dari Tim Bedah Anak RSUDAM. Kolaborasi lintas disiplin di dalam ruang operasi menjadi sarana peningkatan kompetensi bersama yang krusial.

Keberhasilan operasi terhadap Fadilah, Zayan, dan Akhtar hari ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi penguatan pilar pelayanan pediatrik di provinsi ini.

Sebagai catatan medis, hipospadia merupakan kelainan bawaan lahir pada anak laki-laki yang membutuhkan penanganan dini.

Jika dibiarkan tanpa tindakan rekonstruksi (uretroplasti) yang tepat, pasien berpotensi mengalami gangguan arah pancaran urine saat berkemih serta gangguan fungsi reproduksi dan psikologis di masa dewasa.

Hingga operasi terakhir selesai dilakukan sore hari, seluruh prosedur dilaporkan berjalan mulus sesuai dengan standar keselamatan pasien (patient safety) yang ketat.

Manajemen RSUDAM menegaskan bahwa pembaruan keilmuan melalui pelatihan berkelanjutan semacam ini akan terus digalakkan. Ini adalah komitmen jangka panjang demi menghadirkan layanan kesehatan yang profesional, berkualitas tinggi, namun tetap membumi dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Lampung.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *