Viral di TikTok, Curhatan Diduga Pungli di Jalur Suwo Gunung Doh Tuai Sorotan Warganet, Akun Polisi hingga Bupati Ditag

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) – Sebuah video yang diunggah akun TikTok @piewpiew mendadak menjadi perbincangan warganet. Video yang disebut direkam di kawasan Suwo, Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, memperlihatkan situasi sebuah kendaraan yang berhenti di jalan, disertai narasi menyentuh tentang keresahan masyarakat yang mengaku ingin bekerja dan menuntut ilmu dengan aman. Lokasi Gunung Doh sendiri berada di Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus.

Dalam unggahannya, pemilik akun menuliskan bahwa mereka hanyalah “anak desa” yang ingin pergi ke kota untuk bekerja dan menuntut ilmu. Namun, mereka mengaku khawatir karena disebut kerap menghadapi dugaan pungutan liar (pungli). Bahkan, narasi dalam video tersebut menyebut, “hari ini hanya kaca yang pecah, kami tidak tahu ke depannya apakah nyawa yang akan melayang.” Unggahan itu pun dibubuhi tagar #polisiindonesia, #tniindonesia, #prabowosubianto, hingga #bupatitanggamus, sehingga semakin menarik perhatian pengguna media sosial.

Tak hanya isi video yang menjadi sorotan, kolom komentar juga dipenuhi desakan agar aparat segera turun tangan. Sejumlah akun terlihat menandai berbagai instansi, di antaranya @Polsek Wonosobo, @Sat Lantas Polres Tanggamus, serta turut menandai akun lain yang dianggap dapat membantu menyikapi persoalan tersebut. Komentar-komentar tersebut menunjukkan harapan masyarakat agar keluhan yang viral di media sosial tidak berhenti sebagai tontonan semata, melainkan mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari aparat maupun instansi terkait mengenai peristiwa yang terekam dalam video tersebut maupun terkait dugaan pungli yang disampaikan dalam narasi unggahan. Karena itu, informasi yang beredar masih sebatas klaim dari unggahan di media sosial dan masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa setiap laporan atau keluhan masyarakat yang viral di media sosial perlu ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang objektif. Jika benar terjadi praktik yang meresahkan masyarakat di jalur Suwo, Gunung Doh, maka penegakan hukum menjadi harapan utama. Sebaliknya, apabila terdapat kesalahpahaman, klarifikasi resmi juga penting agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.
Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *