ESGIN dan DPP AEKI Bangun Kemitraan Strategis, Dorong Tanggamus Jadi Model Green Economy Kopi Nasional

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) – Kabupaten Tanggamus kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. PT ESGIN Global Partners (ESGIN) bersama Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (DPP AEKI) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah awal membangun ekosistem Green Economy berbasis komoditas kopi.

Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Kamis (23/7/2026), dilakukan oleh Chief Executive Officer PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, dan Ketua Umum DPP AEKI, Irfan Anwar. Kegiatan tersebut disaksikan Ketua Umum AEKI Provinsi Lampung Juprius, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tanggamus Hendra Wijaya Mega, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Kemitraan strategis ini menjadi tonggak awal pengembangan ekonomi hijau berbasis kopi melalui pengembangan biochar, perdagangan karbon, digitalisasi data ESG, Digital Measurement, Reporting and Verification (Digital MRV), sertifikasi, hingga komersialisasi kredit karbon di kawasan sentra perkebunan kopi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, ESGIN menegaskan perannya bukan hanya sebagai perusahaan investasi proyek hijau (Green Project Investment Company), tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menyusun dan mengimplementasikan pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, ESGIN akan mendorong investasi proyek-proyek rendah karbon, pemberdayaan petani dan masyarakat melalui penciptaan green jobs, pengembangan ekonomi sirkular, pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Blockchain untuk Digital MRV, serta pendampingan pemerintah daerah dalam menyusun Roadmap Green Economy dan strategi investasi daerah.

CEO PT ESGIN Global Partners, Brandon Keam, mengatakan keberhasilan transisi menuju ekonomi hijau membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, asosiasi, investor, akademisi hingga masyarakat.

“ESGIN percaya bahwa investasi hijau harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu kami tidak hanya membangun proyek, tetapi juga membangun kapasitas daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja hijau, serta membantu pemerintah daerah menyusun arah pembangunan Green Economy yang berkelanjutan,” ujarnya.

Brandon menambahkan, seluruh pendekatan tersebut dirancang selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional, sekaligus mendukung implementasi Paris Agreement, target Nationally Determined Contribution (NDC), serta target Net Zero Emission Indonesia tahun 2060 atau lebih cepat.

Ketua Umum DPP AEKI, Irfan Anwar, menilai kerja sama ini menjadi momentum penting dalam mentransformasi industri kopi Indonesia menuju komoditas berkelanjutan yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar internasional.

Sementara itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hendra Wijaya Mega menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tanggamus sebagai daerah percontohan pengembangan ekonomi hijau berbasis kopi.

“Kami menyambut baik kerja sama strategis ini karena sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam membangun ekonomi daerah yang maju tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan. Tanggamus merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Lampung yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan ekonomi hijau berbasis perkebunan. Kehadiran ESGIN dan DPP AEKI menjadi peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja baru, menarik investasi, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam dan Sejalan dengan Program Hirilisasi Bapak Bupati kami” ujar Hendra.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tanggamus siap memberikan dukungan penuh terhadap penyusunan roadmap Green Economy, memfasilitasi koordinasi lintas sektor, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif agar berbagai program yang telah direncanakan dapat berjalan optimal.

“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU semata, tetapi benar-benar melahirkan program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jika kolaborasi ini berhasil, Tanggamus bukan hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas, tetapi juga menjadi contoh nasional bahkan internasional dalam pembangunan ekonomi hijau yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Kabupaten Tanggamus dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model pengembangan kawasan kopi berkelanjutan di Indonesia yang mengintegrasikan peningkatan produktivitas, konservasi lingkungan, biochar, perdagangan karbon, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi antara PT ESGIN Global Partners, DPP AEKI, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan lahir model pembangunan ekonomi hijau yang dapat direplikasi di berbagai sentra kopi nasional sekaligus menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.
Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *