Bandar Lampung (MDSnews) — Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan perempuan serta memperluas cakupan deteksi dini kanker serviks, Puskesmas Rajabasa Indah meluncurkan inovasi IVA JELITA (Inspeksi Visual Asam Asetat Jemput Bola Edukasi dan Layanan Integrasi Tanpa Antre).
Inovasi ini merupakan terobosan pelayanan kesehatan yang mengedepankan kemudahan akses, edukasi, serta pelayanan terintegrasi bagi perempuan usia 30–50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah.
Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Sebagian besar kasus ditemukan pada stadium lanjut karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini secara rutin. Padahal, melalui pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), kelainan prakanker dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Puskesmas Rajabasa Indah melayani masyarakat di tujuh kelurahan, yaitu Rajabasa, Rajabasa Nunyai, Rajabasa Pemuka, Rajabasa Raya, Rajabasa Jaya, Gedong Meneng, dan Gedong Meneng Baru. Luasnya wilayah kerja serta tingginya jumlah sasaran perempuan usia produktif menjadi dasar lahirnya inovasi IVA JELITA sebagai bentuk transformasi pelayanan kesehatan yang lebih proaktif.
Melalui inovasi ini, pelayanan tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, tetapi dilakukan dengan sistem jemput bola ke wilayah kerja melalui dukungan kader kesehatan, edukasi langsung kepada masyarakat, pendataan sasaran, penjadwalan pelayanan berbasis wilayah, serta integrasi dengan berbagai program kesehatan seperti Pelayanan Keluarga Berencana (KB), Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), dan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Selain pemeriksaan di dalam gedung Puskesmas, tenaga kesehatan juga memberikan pelayanan IVA di luar gedung sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan secara lebih mudah, nyaman, dan tanpa antre panjang. Seluruh pelayanan diawali dengan konseling sebelum pemeriksaan, dilanjutkan pemeriksaan IVA oleh tenaga kesehatan terlatih, konseling hasil pemeriksaan, hingga rujukan sesuai standar apabila ditemukan hasil IVA positif.
Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, menyambut baik lahirnya inovasi IVA JELITA sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Rajabasa Indah, dr. Sarah Prima Ayu, M.KM, mengatakan bahwa inovasi IVA JELITA lahir dari hasil evaluasi program yang menunjukkan masih adanya hambatan masyarakat dalam mengakses pemeriksaan IVA, mulai dari kurangnya pengetahuan, rasa malu, keterbatasan waktu, hingga kekhawatiran terhadap hasil pemeriksaan.
“Melalui IVA JELITA, kami ingin mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,tidak hanya memberikan pemeriksaan, tetapi juga edukasi yang berkelanjutan agar perempuan semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Dengan sistem jemput bola dan pelayanan tanpa antre, kami berharap semakin banyak perempuan yang bersedia melakukan deteksi dini kanker serviks,” jelas dr. Sarah.
Ia menambahkan, deteksi dini merupakan kunci utama dalam pencegahan kanker serviks karena dapat menemukan kelainan sejak tahap prakanker sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, kader kesehatan, pemerintah kelurahan, serta masyarakat, Puskesmas Rajabasa Indah optimistis inovasi IVA JELITA mampu meningkatkan cakupan deteksi dini kanker serviks sekaligus mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
“Harapan kami, tidak ada lagi perempuan yang terlambat mengetahui kondisi kesehatannya,dengan IVA JELITA, pelayanan hadir lebih dekat, lebih cepat, dan lebih peduli terhadap kesehatan perempuan,” tutup dr. Sarah. (JML)