Tanggamus (Medinas_News) – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tanggamus Romzi Edy, S.Pd.I menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan dengan melepas langsung keberangkatan Ahmad Sulton, putra asal Dusun Pematang Nebak, Pekon Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, yang berhasil lolos sebagai peserta Sekolah Rakyat (SR), program unggulan Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Bagi Romzi Edy, keberhasilan Ahmad Sulton bukan sekadar lolos ke sebuah sekolah berasrama gratis. Momen itu merupakan bukti bahwa pendidikan adalah jalan paling nyata untuk mengubah masa depan dan memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu banyak keluarga di pelosok daerah.
Dalam acara pelepasan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Kelumbayan, Selasa (28/7/2026), Romzi memberikan motivasi penuh semangat kepada Ahmad Sulton. Ia meminta agar siswa tersebut tidak pernah merasa rendah diri hanya karena berasal dari daerah pelosok dan keluarga sederhana.
“Jangan minder karena kita anak pelosok. Jangan berkecil hati karena berasal dari keluarga yang tidak mampu. Justru keadaan itulah yang harus menjadi motivasi untuk berjuang lebih keras. Datanglah sebagai petarung di medan ilmu dan pulanglah membawa kebanggaan bagi orang tua, masyarakat, dan Kabupaten Tanggamus,” tegas Romzi.
Politisi yang juga dikenal aktif memperjuangkan dunia pendidikan itu menilai Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu terobosan besar pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Menurutnya, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, asrama, seragam, perlengkapan sekolah, transportasi hingga uang saku.
Romzi berharap Ahmad Sulton mampu menjadi contoh bagi anak-anak lain di Kecamatan Kelumbayan agar tidak pernah menyerah mengejar pendidikan meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
“Kelak Ahmad Sulton harus menjadi teladan. Tunjukkan bahwa anak dari keluarga sederhana juga bisa sukses jika memiliki kemauan belajar, disiplin, dan kerja keras. Saya yakin suatu hari nanti dia akan menjadi kebanggaan orang tua sekaligus inspirasi bagi anak-anak Kelumbayan,” ujarnya.
Tak hanya memberikan motivasi kepada Ahmad Sulton, Romzi juga mendorong pemerintah agar kuota penerimaan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kelumbayan dapat terus ditingkatkan. Ia menilai masih banyak anak-anak dari keluarga miskin yang memiliki potensi besar, tetapi belum memperoleh kesempatan yang sama.
“Kalau tahun ini baru satu anak yang berangkat, harapan kami tahun-tahun berikutnya kuotanya bisa bertambah. Semakin banyak anak yang mendapat kesempatan, semakin besar pula peluang kita memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” katanya.
Menurut Romzi, keberangkatan Ahmad Sulton bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masyarakat Pekon Penyandingan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi Kecamatan Kelumbayan. Ia optimistis, dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan penuh dari pemerintah, Ahmad Sulton mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita setinggi langit.
Jurnalis : (Erwin).