Kolaborasi Kuat Wujudkan Generasi Muda Peduli Lingkungan.
Tanggamus (Medinas_News) – Semangat membangun budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan Kabupaten Tanggamus terus diperkuat. Kali ini, sinergi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus diwujudkan melalui rapat koordinasi terkait pengembangan Sekolah Adiwiyata yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus.
Rapat tersebut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Pramadya, SKM., M.Kes., Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Madrizal, serta jajaran kepala sekolah dan pengawas. Sedikitnya 18 kepala sekolah dan tiga pengawas turut mengikuti kegiatan tersebut.
Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah bersama untuk memastikan Program Adiwiyata tidak berhenti pada seremoni maupun penghargaan semata. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu menjadi gerakan nyata yang tumbuh dalam keseharian sekolah, mulai dari pengelolaan lingkungan, kebersihan, penghijauan, pengelolaan sampah, hingga pembentukan karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus, Pramadya, menegaskan bahwa keberhasilan Program Adiwiyata membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Sekolah tidak cukup hanya mengejar predikat, tetapi harus mampu menjadikan budaya peduli lingkungan sebagai bagian dari karakter warga sekolah.
Menurutnya, kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Lingkungan Hidup menjadi kekuatan penting agar pembinaan sekolah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan semakin banyak satuan pendidikan di Tanggamus yang mampu berkembang menjadi sekolah berbudaya lingkungan.
“Adiwiyata bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan itu benar-benar tumbuh dan menjadi kebiasaan di sekolah. Karena itu, diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, kepala sekolah, guru, pengawas, peserta didik, dan seluruh warga sekolah,” ujar Pramadya.
Ia menambahkan, pengembangan sekolah di Kabupaten Tanggamus harus dilakukan secara terpadu melalui berbagai program yang saling menguatkan.
“Sinergitas program BSAN, ASRI, Sekolah Ramah Anak, dan Adiwiyata merupakan bagian dari langkah dan tahapan menuju Sekolah Unggul Kabupaten Tanggamus. Ini menjadi harapan Bapak Bupati yang tentunya harus kita wujudkan bersama melalui kerja nyata, kolaborasi, dan komitmen seluruh pihak,” tegasnya.
Menurutnya, ketika berbagai program tersebut dapat berjalan secara sinergis, sekolah tidak hanya akan menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak yang berkarakter, sehat, aman, peduli lingkungan, dan memiliki kualitas untuk menghadapi masa depan.
Sementara itu, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanggamus, Adi Gunawan, mengatakan rapat koordinasi tersebut merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi antara sektor lingkungan hidup dan pendidikan.
“Hari ini kita tidak hanya berbicara tentang program, tetapi bagaimana kita membangun gerakan bersama. Dinas Lingkungan Hidup memiliki tugas dalam pembinaan lingkungan, sementara dunia pendidikan memiliki ruang yang sangat besar untuk menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda. Kalau dua kekuatan ini berjalan bersama, saya yakin hasilnya akan jauh lebih besar,” kata Adi Gunawan.
Ia menegaskan, keberhasilan enam sekolah yang meraih Adiwiyata Kabupaten Tahun 2026 dan empat di antaranya yang kini diusulkan mengikuti penilaian tingkat nasional harus menjadi pemicu bagi sekolah lainnya.
“Kami ingin capaian yang sudah diraih tahun ini menjadi awal, bukan akhir. Jangan sampai hanya enam sekolah yang bergerak. Kita ingin semangat ini menular ke seluruh sekolah di Kabupaten Tanggamus. Sekolah-sekolah lain harus berani mulai berbenah, membangun inovasi, dan menjadikan lingkungan sebagai bagian dari budaya sekolah,” tegasnya.
Adi Gunawan juga menekankan bahwa membangun sekolah berbudaya lingkungan membutuhkan proses yang konsisten. Tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk memulai, karena perubahan dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara terus-menerus.
“Mari kita mulai dari sekolah masing-masing. Tidak perlu menunggu besar untuk bergerak. Pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan air dan energi, kebersihan lingkungan, serta pembiasaan perilaku peduli lingkungan adalah langkah-langkah kecil yang jika dilakukan bersama dan konsisten akan menjadi gerakan besar,” ujarnya.
Rapat koordinasi yang melibatkan kepala sekolah dan pengawas tersebut diharapkan menjadi titik penguatan baru bagi Program Adiwiyata di Kabupaten Tanggamus. Dengan dukungan lintas sektor dan komitmen seluruh satuan pendidikan, semangat Adiwiyata diharapkan tidak lagi berjalan secara sporadis, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.
Sebab, di balik sekolah yang bersih dan hijau, ada karakter yang sedang dibentuk. Dan di balik karakter peduli lingkungan yang ditanamkan hari ini, ada generasi Tanggamus yang dipersiapkan untuk menjaga masa depan daerah dan bumi yang mereka tempati.
Kini saatnya bukan hanya enam sekolah yang bergerak. Semangat Adiwiyata harus menyala di seluruh sekolah Kabupaten Tanggamus.
Jurnalis : (Erwin).