Tanggamus (Medinas_News) – Ada perpisahan yang tidak membutuhkan banyak kata. Cukup sebuah foto, beberapa kalimat sederhana, dan kenangan panjang yang tiba-tiba terasa begitu dekat.
Pesan itu datang dari Subari Kurniawan, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanggamus yang kini mengakhiri masa pengabdiannya di Kabupaten Tanggamus. Dalam sebuah ungkapan penuh haru, Subari menyampaikan salam perpisahan sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh pegawai Kejaksaan Negeri Tanggamus yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan tugasnya.
Dengan latar foto dirinya mengenakan seragam kejaksaan, Subari menuliskan sebuah kalimat sederhana namun menyentuh: “Terima kasih.”
Bukan sekadar ucapan biasa. Di balik dua kata tersebut tersimpan perjalanan panjang, kerja keras, tawa, kebersamaan, hingga berbagai tantangan yang telah dilalui bersama selama menjalankan amanah sebagai Kajari Tanggamus.
“Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pegawai KN Tanggamus yang telah berjuang bersama selama 10 purnama ini,” tulis Subari dalam pesan perpisahannya.
Sepuluh purnama mungkin terdengar singkat. Namun bagi mereka yang menjalani setiap harinya bersama, waktu tersebut tentu menyimpan begitu banyak cerita. Ada hari-hari panjang dalam pekerjaan, ada tekanan dalam menjalankan tugas, ada keberhasilan yang dirayakan bersama, hingga ada lelah yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang berada dalam satu barisan.
Subari juga menyadari bahwa waktu tidak pernah berhenti. Jabatan boleh berganti, tempat pengabdian boleh berpindah, tetapi kenangan tentang orang-orang yang pernah berjalan bersama akan selalu memiliki tempat tersendiri.
“Waktu terus berjalan, tetapi kenangan kerja keras, tawa, dan kebersamaan akan tetap hidup di hati kita,” ungkapnya.
Kalimat tersebut seolah menjadi gambaran bahwa sebuah kepemimpinan pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai jabatan dan kewenangan. Lebih dari itu, ada hubungan antarmanusia yang terbangun selama menjalankan tugas.
Bagi Subari, para pegawai Kejari Tanggamus bukan sekadar rekan kerja. Mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar yang ikut membentuk perjalanan pengabdiannya.
“Kalian bukan sekadar rekan kerja, tetapi juga bagian dari keluarga besar yang membentuk siapa kita hari ini,” tulisnya.
Pesan itu terasa semakin dalam ketika Subari menitipkan harapan kepada seluruh jajaran yang ditinggalkannya.
Ia berharap, langkah masing-masing setelah perpisahan tersebut tetap dipenuhi keberkahan. Hubungan baik yang telah terjalin selama ini pun diharapkan tidak berakhir hanya karena pergantian jabatan maupun tempat tugas.
“Semoga langkah-langkah kita berikutnya dipenuhi berkah, dan hubungan baik ini terus terjaga dalam persaudaraan dan kenangan indah,” tulisnya.
Perpisahan memang menjadi bagian yang tidak terhindarkan dalam perjalanan sebuah organisasi. Seorang pimpinan datang membawa amanah, bekerja bersama jajaran, meninggalkan jejak pengabdian, kemudian tiba waktunya melanjutkan perjalanan ke tempat yang baru.
Namun, yang tertinggal bukan hanya kursi jabatan. Ada kenangan. Ada persahabatan. Ada pelajaran. Dan ada cerita tentang bagaimana sekelompok orang pernah berdiri bersama menghadapi berbagai tugas dan tanggung jawab.
Kini, estafet kepemimpinan Kejaksaan Negeri Tanggamus berlanjut kepada Sunandar Pramono, S.H., M.H., yang resmi dilantik sebagai Kajari Tanggamus yang baru oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung, Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., di Kejati Lampung, Rabu (12/08/2026).
Sementara bagi Subari Kurniawan, lembaran baru pengabdian telah menanti. Tanggamus mungkin akan menjadi bagian dari masa lalu dalam perjalanan kedinasannya, tetapi sepuluh purnama bersama keluarga besar Kejari Tanggamus akan tetap menjadi bagian dari cerita yang tidak mudah dilupakan.
Sebab pada akhirnya, seorang pemimpin mungkin meninggalkan jabatan. Tetapi jejak pengabdian dan kenangan bersama orang-orang yang pernah berjalan di sisinya, tidak akan pernah benar-benar pergi.
Juranlis : (Erwin).