Tanggamus (Medinas_News) — Hujan abu vulkanik yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Tanggamus, khususnya Pematang Sawa dan kawasan pesisir lainnya, memicu kekhawatiran masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus bergerak cepat. Dinas Kesehatan bersama jajaran Puskesmas langsung memperkuat pemantauan dan pelayanan kesehatan untuk memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi ini sendirian.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Dr. Herry Novrizal, M.M., menegaskan bahwa keselamatan dan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama. Begitu laporan mengenai paparan abu vulkanik diterima, jajaran kesehatan langsung bergerak melakukan pemantauan kondisi masyarakat sekaligus menyiapkan kebutuhan pelayanan di wilayah terdampak.
“Kami memahami bahwa hujan abu vulkanik yang dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah Pematang Sawa dan beberapa wilayah pesisir lainnya, tentu menimbulkan kekhawatiran. Yang paling utama bagi kami adalah memastikan masyarakat tetap aman, terlindungi, dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan cepat apabila mengalami keluhan,” tegas Herry.
Keprihatinan juga datang langsung dari Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, yang memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat terdampak. Bupati mengarahkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar bergerak cepat dan menempatkan keselamatan serta perlindungan kesehatan masyarakat sebagai prioritas.
Arahan tersebut langsung ditindaklanjuti Dinas Kesehatan. Jajaran Puskesmas diperkuat untuk melakukan pemantauan di lapangan, pelayanan kesehatan disiagakan, sementara kebutuhan perlindungan dasar seperti masker dan obat-obatan mulai didistribusikan.
Tak hanya berhenti di wilayah yang mudah dijangkau, bantuan kesehatan juga mulai didorong menuju wilayah yang membutuhkan.
Bantuan obat-obatan dan masker telah diserahkan kepada BPBD Tanggamus untuk selanjutnya dibawa menuju Martanda melalui jalur darat. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam. Untuk memastikan bantuan tiba dengan aman dan pelayanan dapat segera dikoordinasikan, distribusi tersebut akan dikawal oleh Camat dan Kepala Puskesmas Martanda.
Bagi Dinas Kesehatan, perjalanan panjang bukan alasan untuk menunda pelayanan. Ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, bantuan harus bergerak.
“Bantuan obat-obatan dan masker sudah kami serahkan kepada BPBD untuk dibawa ke Martanda melalui jalur darat. Perjalanan kurang lebih tiga jam dan nantinya akan dikawal oleh Pak Camat bersama Kepala Puskesmas Martanda. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat di sana segera terpenuhi,” ujar Herry.
Di lapangan, tenaga kesehatan juga terus memantau kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik. Keluhan seperti batuk, iritasi mata, sesak napas maupun gangguan pernapasan lainnya menjadi perhatian serius, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu cukup lama.
Dinas Kesehatan meminta masyarakat tidak menunggu hingga kondisi memburuk apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Apabila mengalami keluhan kesehatan yang cukup berat, terutama sesak napas, nyeri dada, atau gangguan kesehatan yang tidak membaik, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Jangan menunggu kondisi menjadi berat,” imbau Herry.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah selama paparan abu masih terjadi. Jika terpaksa harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker dengan baik dan benar serta melindungi mata dari paparan abu.
Perhatian lebih juga harus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Di tengah kepanikan yang mungkin muncul, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat diminta mengikuti informasi dan imbauan resmi pemerintah, BPBD, Dinas Kesehatan, maupun sumber resmi kebencanaan dan kesehatan lainnya.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tetap waspada. Jangan mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan informasi yang belum jelas. Ikuti informasi resmi dan imbauan dari pemerintah,” katanya.
Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat. Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah kecamatan dan pekon, Puskesmas, serta seluruh unsur terkait untuk memastikan perkembangan kondisi di lapangan dapat dipantau secara berkala.
Respons pemerintah pun akan disesuaikan dengan perkembangan situasi.
Herry menegaskan, dalam kondisi seperti ini, kehadiran pemerintah bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman dan kepastian bahwa mereka mendapatkan perlindungan.
“Prinsip kami sederhana: dalam situasi seperti ini, masyarakat tidak boleh merasa sendirian. Pemerintah hadir, tenaga kesehatan hadir, dan kami akan terus memastikan perlindungan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, saling menjaga dan memperhatikan kondisi orang-orang di sekitar, khususnya kelompok yang paling rentan terhadap dampak abu vulkanik.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami. Kami akan terus bergerak dan memantau perkembangan di lapangan. Masyarakat tetap tenang, tetap waspada, dan apabila membutuhkan pelayanan kesehatan jangan ragu untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan,” pungkas Herry.
Di tengah abu yang beterbangan dan kekhawatiran yang menyelimuti warga pesisir, satu pesan ingin ditegaskan Pemerintah Kabupaten Tanggamus: masyarakat tidak sendiri.
Dari jajaran pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kesehatan hingga Puskesmas, seluruh unsur terus bergerak. Masker dikirim, obat-obatan didistribusikan, tenaga kesehatan disiagakan, dan pemantauan diperkuat.
Sebab ketika masyarakat membutuhkan, pemerintah harus hadir, bukan besok, tetapi sekarang.
Jurnalis : (Erwin).