Sakdan Nomor Urut 01, Tekad Pulang Mengabdi untuk Bangkitkan Pekon Sumur Jaya

DAERAH HOME LAMPUNG Pesisir Barat POLITIK TERBARU

PESISIR BARAT (Medinas_News) – Tekad untuk mengabdikan diri dan membawa perubahan bagi tanah kelahiran semakin bulat. Sakdan, S.Fil.I., salah satu tokoh pemuda yang berdomisili di Pekon Sumur Jaya, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, resmi mendapatkan nomor urut 01 sebagai calon Peratin Pekon Sumur Jaya dalam rangkaian Pemilihan Peratin (Pilratin) serentak Kabupaten Pesisir Barat tahun 2026.

Penetapan nomor urut tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 5 September 2026. Bagi Sakdan, angka 01 bukan sekadar nomor yang melekat dalam surat suara. Nomor tersebut menjadi simbol awal dari sebuah langkah pengabdian yang ingin ia jalani dengan sungguh-sungguh demi membawa Pekon Sumur Jaya menuju arah yang lebih baik.

Sakdan mengatakan, proses menuju pencalonan Peratin telah melalui sejumlah tahapan, mulai dari pemberkasan, pendaftaran, pencalonan hingga tahapan penentuan nomor urut. Setelah seluruh tahapan tersebut dilalui, dirinya bersyukur akhirnya ditetapkan sebagai calon Peratin dengan nomor urut 01.

“Alhamdulillah, malam ini penentuan nomor urut dan saya mendapatkan nomor urut satu. Namun, masih ada tahapan berikutnya yang harus dilalui, termasuk masa kampanye hingga tiba waktunya masyarakat menentukan pilihan pada 29 Oktober mendatang,” ujar Sakdan.

Pria yang akrab disapa Bang Dan itu menegaskan, keputusan maju dalam kontestasi Pilratin bukan semata-mata karena dorongan keluarga maupun dukungan masyarakat. Lebih dari itu, ia mengaku pencalonannya lahir dari panggilan hati untuk mengabdi di tanah kelahirannya sendiri.

“Saya terus terang merasa memang terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai Peratin di Pekon Sumur Jaya. Saya ingin ikut membangun dan memajukan tanah kelahiran yang kami cintai ini,” tegasnya.

Menurutnya, menjadi Peratin bukan sekadar memperoleh posisi sebagai pemimpin pemerintahan pekon. Jabatan tersebut, kata dia, merupakan amanah besar untuk melayani masyarakat dan menentukan arah pembangunan pekon dalam beberapa tahun ke depan.

Karena itu, Sakdan menyatakan kesiapan untuk mencurahkan tenaga, pikiran, waktu dan kemampuan yang dimilikinya apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat.

“Saya maju bukan hanya karena anjuran dan dukungan keluarga maupun masyarakat, tetapi memang atas panggilan hati nurani untuk mengabdi di pekon ini. Jika diberikan amanah, saya siap mewakafkan diri, mencurahkan tenaga dan pikiran untuk membangun Pekon Sumur Jaya dari berbagai bidang,” ungkapnya.

Ia juga menilai, pembangunan pekon tidak mungkin dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi dan hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, maupun berbagai instansi terkait.

Dengan pengalaman, relasi dan jejaring yang dimilikinya, Sakdan optimistis berbagai potensi yang ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan kemajuan Pekon Sumur Jaya.

Lahir pada tahun 1990, Sakdan menyatakan dirinya siap bekerja dengan sungguh-sungguh apabila diberi kepercayaan oleh masyarakat. Ia ingin membangun pemerintahan pekon yang tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya akan memegang penuh amanah dan mengabdi kepada masyarakat dengan sekuat kemampuan yang saya miliki,” katanya.

Dalam menjalankan roda pemerintahan pekon nantinya, Sakdan berkomitmen merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang maupun golongan. Menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus disatukan dalam semangat gotong royong.

“Pemerintahan pekon tentu harus merangkul semua pihak, semua golongan, tanpa adanya diskriminasi. Kita harus bergandengan tangan dan bergotong royong untuk memajukan pekon yang kita cintai ini,” ujarnya.

Yang menarik, Sakdan mengaku tidak ingin mengumbar terlalu banyak janji dalam kontestasi Pilratin kali ini. Baginya, masyarakat membutuhkan kerja nyata, bukan sekadar rangkaian kata-kata manis selama masa pemilihan.

Ia justru menawarkan komitmen untuk membangun tata kelola pemerintahan pekon yang bersih, akuntabel, disiplin dan terbuka terhadap masyarakat.

“Saya tidak ingin banyak janji. Saya lebih memilih optimis dan berkomitmen untuk menjadikan sistem pemerintahan yang bersih, akuntabel, disiplin dan sepenuhnya melayani masyarakat Pekon Sumur Jaya dengan sepenuh hati dan tangan terbuka,” tegasnya.

Bagi Sakdan, Pilratin bukan hanya momentum memilih siapa yang akan duduk sebagai Peratin. Lebih jauh, pesta demokrasi di tingkat pekon tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat menentukan sosok yang dipercaya untuk membawa Sumur Jaya menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat menggunakan hak pilihnya secara bijak, melihat rekam jejak, komitmen dan niat masing-masing calon, serta menjaga suasana pemilihan agar tetap aman, damai dan penuh persaudaraan.

“Peratin bukan hanya semata-mata menjadi pemimpin di pekon, tetapi bagaimana menentukan arah dan membawa pekon ke depan agar lebih adil, terang dan menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Kini, dengan nomor urut 01 di tangan, Sakdan menyatakan siap mengikuti setiap tahapan Pilratin hingga hari pemungutan suara pada 29 Oktober 2026.

Ia pun memohon doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Pekon Sumur Jaya. Bukan hanya dukungan secara moral, tetapi berharap masyarakat memberikan kepercayaan melalui pilihan pada hari pemungutan suara nanti.

“Saya memohon doa dan dukungan sepenuhnya dari seluruh elemen masyarakat Pekon Sumur Jaya. Semoga niat lahir dan batin ini diridai Allah SWT. Jika diberikan amanah, saya siap mengabdi dan bekerja untuk masyarakat dengan sepenuh hati,” pungkas Sakdan.

Nomor 01 telah ditetapkan. Langkah pengabdian pun dimulai. Kini, keputusan akhir berada di tangan masyarakat Pekon Sumur Jaya pada 29 Oktober 2026.

Jurnalis : (RIFKI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *