Enam Tahun Bersama, Air Mata Pecah Saat Royensyah Tinggalkan Air Naningan

DAERAH HOME LAMPUNG Tanggamus TERBARU

Tanggamus (Medinas_News) — Bukan sekadar acara pisah sambut. Suasana haru dan tangis mewarnai perpisahan Royensyah, atau yang akrab disapa Royen, setelah enam tahun mengabdi sebagai Camat Air Naningan, Kabupaten Tanggamus.

Selasa (08/09/2026), menjadi hari yang penuh emosional bagi jajaran pemerintahan kecamatan dan masyarakat yang selama bertahun-tahun telah hidup dalam kebersamaan bersama sosok tersebut.

Enam tahun bukanlah waktu yang singkat. Selama itu, Royen menjadi bagian dari perjalanan Kecamatan Air Naningan. Ada suka dan duka, ada pekerjaan yang harus diselesaikan, persoalan masyarakat yang harus dicarikan jalan keluar, hingga berbagai dinamika pemerintahan yang dilewati bersama. Kini semuanya tinggal kenangan.

Suasana haru semakin terasa ketika acara pisah sambut berlangsung. Sejumlah aparatur pemerintahan Kecamatan Air Naningan tampak tak mampu menyembunyikan kesedihan. Bahkan Udin, salah satu jajaran pemerintahan Kecamatan Air Naningan, terlihat menangis ketika harus melepas Royen yang selama enam tahun menjadi bagian penting dalam keseharian mereka.

Tangis Agus Sugiato, seolah mewakili perasaan banyak orang yang hadir. Sebab yang pergi bukan sekadar seorang camat. Yang pergi adalah sosok yang selama enam tahun telah menjadi pemimpin, rekan kerja, sekaligus bagian dari keluarga besar Kecamatan Air Naningan.

Enam tahun kebersamaan tentu meninggalkan begitu banyak cerita. Ada hari-hari yang dipenuhi tawa, tetapi ada pula masa-masa sulit yang menguras tenaga dan pikiran. Semua dijalani bersama, hingga hubungan antara pimpinan dan jajaran pemerintahan tidak lagi sebatas hubungan kedinasan. Saat tiba waktunya untuk berpisah, kenangan itu seolah kembali satu per satu.

Di hadapan jajaran pemerintahan dan masyarakat, Royen pun menyampaikan pesan perpisahannya dengan penuh haru. “Enam tahun saya berada di Air Naningan bukanlah waktu yang sebentar. Banyak sekali cerita yang saya lalui bersama masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Air Naningan. Ada suka, ada duka, ada persoalan yang kita hadapi bersama, dan ada banyak kebersamaan yang sampai kapan pun akan saya kenang” ujarnya.

Royen juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Air Naningan apabila selama menjalankan tugas terdapat sikap, perkataan maupun kebijakan yang kurang berkenan.

“Saya menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah sebagai Camat Air Naningan ada tutur kata, sikap maupun kebijakan saya yang kurang berkenan. Saya hanyalah manusia yang tentu tidak luput dari kekurangan. Namun saya ingin seluruh masyarakat tahu, selama enam tahun ini saya berusaha memberikan yang terbaik untuk Air Naningan” ucapnya.

Dengan suara penuh haru, Royen mengakui bahwa meninggalkan Air Naningan bukan perkara mudah. Baginya, yang berat bukan sekadar meninggalkan jabatan, tetapi harus berpisah dengan orang-orang yang selama enam tahun telah menjadi bagian dari kehidupannya.

“Berat rasanya meninggalkan tempat ini. Bukan karena meninggalkan sebuah jabatan, tetapi karena saya meninggalkan orang-orang yang selama ini sudah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Saya datang sebagai camat, tetapi saya pergi membawa begitu banyak kenangan dan rasa persaudaraan.” tandasnya.

Royen kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintahan Kecamatan Air Naningan, kepala pekon, aparatur, serta masyarakat yang selama enam tahun telah mendukungnya dalam menjalankan tugas.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih sudah bersama-sama melewati enam tahun yang penuh dengan asam, manis, suka dan duka. Saya tidak mungkin melupakan semua kebersamaan ini” kata Royen.

Setelah meninggalkan jabatan sebagai Camat Air Naningan, Royensyah mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib) Kecamatan Bandar Negeri Semuong.

Sementara tongkat kepemimpinan Kecamatan Air Naningan kini beralih kepada Edwin Syah, S.E., M.M., yang dipercaya mengemban amanah sebagai camat baru.

Royen berharap masyarakat Air Naningan dapat menerima dan mendukung kepemimpinan baru tersebut. Ia juga meminta doa agar dirinya dapat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru.

“Mulai hari ini saya mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban di Kecamatan Bandar Negeri Semuong. Saya mohon doa agar di tempat yang baru saya tetap bisa menjalankan amanah dengan baik. Air Naningan akan selalu punya tempat khusus di hati saya” katanya.

Ia pun menegaskan bahwa pergantian jabatan tidak boleh menjadi akhir dari silaturahmi yang telah dibangun selama enam tahun.

“Mungkin saya meninggalkan kursi camat, tetapi saya tidak akan pernah meninggalkan kenangan dan persaudaraan yang sudah terbangun selama enam tahun di sini” ujarnya.

Kalimat itu seolah menjadi penutup yang semakin mengaduk suasana. Air mata kembali pecah. Bagi mereka yang hadir, perpisahan itu bukan hanya tentang seorang pejabat yang berpindah tempat tugas. Ada enam tahun kebersamaan yang harus ditinggalkan. Ada begitu banyak cerita yang tidak akan mungkin terulang dengan cara yang sama.

Royen pun menyampaikan pesan terakhirnya. “Kalau hari ini ada air mata, biarlah air mata itu menjadi tanda bahwa kita pernah bersama, pernah berjuang bersama, dan pernah menjadi satu keluarga. Saya mohon pamit. Terima kasih Air Naningan, terima kasih untuk semuanya. Semoga silaturahmi kita tidak pernah putus.”

Hari itu, jabatan memang berganti. Kursi Camat Air Naningan telah memiliki nama baru. Namun enam tahun pengabdian Royensyah tidak serta-merta hilang begitu saja. Jejaknya akan tetap menjadi bagian dari perjalanan Kecamatan Air Naningan, terutama bagi mereka yang selama bertahun-tahun bekerja, berjuang dan melewati berbagai persoalan bersamanya.

Selasa, 8 September 2026, menjadi hari ketika Air Naningan bukan hanya menyambut pemimpin baru, tetapi juga harus merelakan seorang pemimpin lama pergi membawa kenangan.

Dan mungkin, enam tahun akan selalu menjadi angka yang sederhana jika hanya ditulis di atas kertas.

Tetapi bagi Royen dan keluarga besar Kecamatan Air Naningan, enam tahun adalah perjalanan panjang yang penuh asam, manis, suka, duka, tawa, air mata, dan persaudaraan. Jabatan boleh berakhir. Tugas boleh berpindah. Namun kenangan enam tahun itu akan tetap tinggal.

Jurnalis : (Erwin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *